DetikNews
Rabu 09 Agustus 2017, 15:04 WIB

Asa Acho soal Perlindungan Konsumen: Pemerintah Harus Turun Tangan

Jabbar Ramdhani - detikNews
Asa Acho soal Perlindungan Konsumen: Pemerintah Harus Turun Tangan Muhadkly Acho di Kejari Jakpus. (Hanif Hawari/detikcom)
Jakarta - Komika Muhadkly alias Acho harus berhadapan dengan hukum karena dianggap mencemarkan nama baik pihak Apartemen Green Pramuka. Dalam kasus yang dihadapinya, Acho memiliki harapan agar konsumen mendapatkan perlindungan karena sudah dijamin dalam undang-undang.

"Harapan, saya kan harapkan perlindungan konsumen. Gimana saya seorang konsumen yang tidak puas sesuai dengan yang dijanjikan. Itu sudah mutlak diatur undang-undang," kata Acho saat ditemui di Rasuna Epicentrum, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (9/8/2017).

Dia mengatakan pemerintah mesti turun tangan karena kasus ini bukan pertama kali yang terjadi. Dia meminta pemerintah menjamin hak-hak konsumen.


"Menurut saya, ini pemerintah harus betul-betul turun tangan. Karena kalau tidak, ini jadi preseden hukum yang buruk terhadap perlindungan konsumen di Indonesia. Kita pahami betul, ini bukan kasus Acho doang. Tapi seluruh konsumen di Indonesia yang harus dijamin haknya dan unek-unek dia terhadap produk yang dia beli," ungkapnya.

Acho mengatakan persoalan hunian vertikal banyak dilaporkan para konsumen. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

"YLKI sudah buat statement resmi, bahwa yang dialami Acho adalah puncak gunung es. Istilah itu diambil dari persoalan yang ada di rusun. Karena dari statistik, dari semua pengaduan produk, keluhan konsumen soal hunian rumah susun ada di peringkat dua. Artinya, yang saya sampaikan bukan asal," katanya.


Terkait dengan kasus Acho, pihak kepolisian telah melimpahkan berkas kasusnya ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat. Acho juga berharap kasusnya dapat dihentikan sebagai upaya mewujudkan perlindungan konsumen.

"Artinya, kalau sekarang sudah P-21, tidak ada cara lain kecuali menunggu. Ya, paling saya bisa berharap pihak Kejaksaan meninjau ulang kasus ini. Mudah-mudahan ada penghentian kasus. Karena kalau sampai kasus saya disidangkan, apalagi saya dinyatakan salah, itu konsumen benar-benar tidak terlindungi dan ini bisa terjadi pada yang lainnya," tutur Acho.

Acho mengatakan dirinya juga masih membuka pintu dialog dengan pihak apartemen. Meski tawaran mediasi sempat ditolak, dia berharap persoalan ini bisa diselesaikan bersama.


"Atau saya kembali lagi, dari awal saya ingin mediasi tetapi ditolak. Saya sudah bersuara, menelepon, WhatsApp langsung ke yang melaporkan. Semua ditolak sampai (kasus) saya P-21. Sampai sekarang saya tidak tutup pintu untuk meditasi dan cabut laporan. Mari kita lakukan, kalau bisa kita selesaikan," tutur dia.

Kasus Acho berawal dari kritik yang ditulis di blog pribadinya dan di media sosial. Atas tulisan tersebut, pihak apartemen melaporkan dugaan pencemaran nama baik kepada pihak kepolisian.

Tulisan tersebut dibuat Acho pada Maret 2015. Sedangkan pihak apartemen melaporkannya pada akhir 2015. Acho mengaku kaget ketika pada April 2017 dipanggil polisi sebagai saksi terlapor.
(jbr/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed