DetikNews
Rabu 09 Agustus 2017, 11:58 WIB

Penjelasan Polisi soal Upaya Mediasi Acho-Pengelola Green Pramuka

Mei Amelia R - detikNews
Penjelasan Polisi soal Upaya Mediasi Acho-Pengelola Green Pramuka Acho di Kejari Jakarta Pusat. (Hanif Hawari/detikcom)
Jakarta - Pengelola Apartemen Green Pramuka masih membuka ruang untuk mediasi dengan Muhadkly MT alias Acho. Tawaran itu disampaikan penyidik Polda Metro Jaya, bahkan setelah kasus tersebut dilimpahkan ke tahap kedua ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.

Acho mengaku tidak tahu tawaran itu apakah dari pihak pengelola apartemen atau kepolisian. Namun, menurutnya, yang gencar menghubunginya untuk upaya mediasi itu adalah pihak kepolisian.

"Saya nggak tahu itu inisiatif siapa, yang jelas yang gencar menghubungi saya itu pihak penyidik Polda. Entah mereka (polisi) cuma perantara atau inisiator. Saya nggak tahu," jelas Acho kepada detikcom, Selasa (8/8/2017) malam.



Secara terpisah, Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan menjelaskan tawaran tersebut bukan datang dari pihak penyidik, melainkan dari pengelola apartemen. Sedangkan polisi hanya menjembatani.

[Gambas:Video 20detik]

"Bukan permintaan kita, mungkin menanggapinya tidak lengkap. Bahwa itu adalah wujud dari keinginan dari pihak apartemen," jelas Adi.

Adi mengatakan pengelola apartemen masih membuka peluang untuk menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan sebelum masuk pengadilan. Tapi tentu harus ada win-win solution dari kedua belah pihak.

"Kalaupun ini mau diselesaikan secara kekeluargaan, tentu dulu hal-hal yang membuat permasalahan ini harus dihilangkan, kalau dulu dia tulis di blog itu. Seyogianya itu dibilangkan karena itu yang jadi dasar laporan pihak apartemen. Itu harapan dari pihak apartemen ke Acho kalau ini akan diselesaikan secara kekeluargaan," terangnya.

"Dan tentunya, dari pihak Acho pun, kalau ada permintaan, bisa dikomunikasikan dengan baik kalau ada jalan mediasi ini. Mediasi kan ruang untuk musyawarah, jadi kedua belah pihak bisa menyampaikan keinginannya masing-masing di situ," sambungnya.



Adi menuturkan upaya mediasi ini sebetulnya sudah pernah disampaikan oleh Acho kepada pihak apartemen, sebelum kasusnya ditingkatkan menjadi penyidikan. Acho sudah memiliki iktikad baik untuk membuka ruang mediasi saat itu.

"Sebetulnya mediasi ini pernah dilakukan Acho ke pihak apartemen. Kita mandangnya dari sana, sebetulnya ada iktikad baik dari Acho ke pihak apartemen. Kita coba kembali memediasi mereka, tapi kami tegaskan bukan kami yang nge-drive untuk memediasi. Semua itu kembali ke Acho dan apartemen itu. Karena kan kita (saat itu) harus segera menyerahkan tersangka dan barang bukti setelah P21," lanjutnya.

Setelah kasus itu dinyatakan lengkap dan dilimpahkan ke Kejari, polisi mencoba menggulirkan lagi niat Acho di awal itu. Jadi, Senin (8/8) kemarin, Acho diminta datang untuk dimediasi dengan pengelola apartemen di Polda Metro Jaya.

"Niatan Acho itu kita coba gulirkan kembali dia punya niatan itu. Kita berharap dengan niat Acho juga tetap commit dengan apa yang Acho mohonkan ke apartemen dan kami juga berharap pihak apartemen membuka hati dan buka komunikasi, sehingga bisa diselesaikan dengan kekeluargaan," tuturnya.


Acho dijerat dengan Pasal 27 ayat 3 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Pasal tersebut adalah delik aduan, sehingga pelapor bisa mencabut pelaporannya jika ada penyelesaian secara kekeluargaan.

"Sekali lagi, kami hanya menjembatani. Sekarang kan posisinya di kejaksaan. Kalaupun ada upaya kekeluargaan dari kedua belah pihak, mengajukannya bukan ke kami, tapi ke kejaksaan. Bagaimana ending-nya, apakah akan dilanjut ke dakwaan atau tidak, itu tergantung dari kejaksaan. Kami tidak ada di ranah itu," pungkas Adi.
(mei/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed