DetikNews
Selasa 08 Agustus 2017, 18:08 WIB

Ortu Siswa di Semarang Bicara dan Minta Maaf Terkait Bumi Datar

Fitraya Ramadhanny - detikNews
Ortu Siswa di Semarang Bicara dan Minta Maaf Terkait Bumi Datar Foto: Ilustrasi Kiagus/detikcom
Jakarta - Netizen sempat ramai saat ada sekolah di Semarang disebut mengajarkan Teori Bumi Datar dan konspirasi. Orangtua siswa angkat bicara dan meminta maaf.

Pekan lalu, netizen di Semarang sempat viral dengan postingan di Facebook. Satu orangtua siswa memprotes soal pelajaran di sekolah yang menyinggung Teori Bumi Datar dan teori konspirasi. Dalam statusnya, ada kalimat yang dinilai menyinggung profesi guru.

detikcom pada Selasa (8/8/2017) menerima email dari Rani Rumita yang merupakan orangtua siswa yang dimaksud. Email ini berisi permohonan maaf kepada profesi guru, karena status Facebooknya.

Berikut ini adalah pernyataan lengkap dari Rani Rumita:

PERMINTAAN MAAF UNTUK STATUS SAYA 24 JULI 2017

Berkenaan dengan status saya pada tanggal 24 Juli 2017 di akun facebook, yang diberitakan juga di detik.com pada tanggal 27 Juli 2017, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk 2 kalimat terakhir dalam status tersebut, apabila kalimat tersebut telah menyinggung profesi guru, khususnya guru sekolah negeri atau pun asosiasi/organisasi tertentu.

Tak ada kesengajaan niat saya untuk merendahkan profesi guru. Semata-mata saya menuliskan kalimat tersebut secara spontan sebagai ejawantah kekecewaan dan kesedihan saya mendengar cerita kedua anak saya dan paparan beberapa kejadian yang pernah terjadi sebelumnya.

Saya menyadari bahwa apa yang saya lakukan telah menyakiti perasaan guru karena tentu saja tidak semua guru demikian. Bahkan saya meyakini pada dasarnya kualitas guru adalah baik.

Adapun alasan kekecewaan saya yang berujung pada tindakan gegabah saya itu, beberapa pernah saya tuliskan dalam status di facebook saya, yaitu status bertanggal 21 Agustus 2016 dan saya jelaskan pada status bertanggal 29 Juli 2017 berjudul Flat Earth Theory.

Saya berhutang budi banyak sekali terhadap semua guru saya, sejak taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah hingga perguruan tinggi. Tanpa jasa dan bimbingan dalam meraih ilmu dan bimbingan dalam etika kebaikan dari semua guru saya tersebut, maka takmungkin saya detik ini bisa berdiri tegak menjadi ibu tunggal bagi kedua anak saya.

Besar harapan saya, profesi pendidik dapat menjadi garda terdepan bagi pengawal pendidikan karakter bagi generasi muda bangsa. Karakter yang mengedepankan nilai-nilai kebaikan universal, yang sesuai dengan dasar negara Pancasila. Dasar negara di bumi di mana kita semua hidup. Karakter yang baik bagi semua golongan warga negara yang berbeda-beda latar belakang pendidikan, budaya dan agama, serta tidak menyakiti golongan yang lainnya.

Dan saya berharap pula, profesi pendidik dapat menjadi ujung tombak penguatan nalar berpikir kritis yang objektif. Lepas dari nilai-nilai dan hal-hal subjektif.

Amin ya robbal alamin...

Salam,
Rani Rumita
Semarang

BACA JUGA: Heboh SMA di Semarang Ajarkan Bumi Datar, Ternyata Salah Paham
(fay/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed