DetikNews
Selasa 08 Agustus 2017, 16:24 WIB

Ini Strategi Kementerian LHK Setop Kebakaran Hutan

Heldania Ultri Lubis - detikNews
Ini Strategi Kementerian LHK Setop Kebakaran Hutan Ilustrasi (Foto: Chaidir Anwar T/detikcom)
Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengatakan salah satu penyebab terjadinya kebakaran hutan adalah karena penyiapan lahan dengan cara dibakar. KLHK menyebut akan terus memberikan penyuluhan terkait hal tersebut.

"Yang pertama pemerintah memberikan penyuluhan penyiapan lahan tanpa dibakar. Artinya meminimalkan dampak pembakaran," ujar Kepala Biro Humas KLHK Djati Witjaksono Hadi saat dihubungi, Selasa (8/8/2017).

Mengenai penyuluhan tersebut, Kasubdit PKLH (Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan) Sunarno pada kesempatan terpisah menyampaikan pihaknya sudah pernah memberikan pelatihan soal alternatif penyediaan lahan tanpa dibakar.

"Kita mencoba menangani itu (kebakaran hutan dan lahan) dengan beberapa cara, seperti penyiapan lahan tanpa dibakar. Dulu pernah kita sampaikan cara-cara (memanfaatkan kayu dan ranting) membriket arang dengan kompos, namun kendalanya masalah akses," ujar Sunarno di kantor KLHK, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (8/8).

Sunarno juga mengatakan untuk meminimalisasi pembakaran lahan, pihaknya juga pernah memberikan penyuluhan soal pembuatan cuka kayu. Cuka kayu itu, kata Sunarno, bisa dihasilkan dari kayu-kayu di lahan yang tidak dimanfaatkan sehingga tidak dibakar begitu saja.

"Jadi bisa (kayu-kayu tersebut) dikonversi dalam satu tong. Kita kumpulkan dalam satu tong kita bakar kemudian didinginkan jadi cair. Ini cukup bagus, satu tong yang volumenya 20 liter itu bisa menghasilkan sekitar 200 ribu liter dalam 24 jam," kata Sunarno.

Cuka kayu diketahui banyak mengandung macam unsur hara mikro yang bermanfaat untuk tanaman. Meskipun bermanfaat, Sunarno menyebut pasar masih menjadi kendala. Pasalnya pasar yang bisa menerima produk ini belum tersedia.

"Jadi kendalanya di pasar. Coba kita jadikan koneksi. Kalau pasarnya terbuka masyarakat siap membuat cuka kayu ini akan cukup bagus," tutupnya.
(hld/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed