Kebakaran Lahan di Sumsel Mulai Ganggu Jarak Pandang Warga

Raja Adil Siregar - detikNews
Minggu, 06 Agu 2017 12:35 WIB
Petugas gabungan memadamkan api yang membakar lahan di Palembang (Foto: Dok. Polres Ogan Ilir)
Palembang - Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi sejak sepekan terakhir di Sumatera Selatan mulai menutupi jarak pandang warga. Hari ini 23 titik api (hotspot) terpantau di Sumsel oleh stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Palembang.

Dari 23 hotspot yang terpantau, delapan di antaranya memiliki tingkat kepercayaan bahwa hotspot benar-benar terjadi. Adapun daerah yang banyak mendominasi terjadinya kebakaran yakni Kabupaten Ogan Ilir dengan 8 titik, Musi Banyuasin 6 titik, Ogan Komering Ulu 3 titik, Musi Rawas 3 titik, Pali 1 titik, Oku Timur 1 titik dan Muara Enim 1 titik.


"Hari ini ada 23 hotspot terpantau di seluruh Sumatera Selatan dan untuk hotspot tingkat confidence di atas 80 persen ada 8 titik. Maka dengan tingkat kepercayaan yang tinggi dari 8 titik ini, keyakinan adanya hotspot itu betul-betul terjadi dilapangan," ujar prakirawan BMKG Palembang Dara saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (6/8/2017).

Petugas gabungan memadamkan api yang membakar lahan di PalembangPetugas gabungan memadamkan api yang membakar lahan di Palembang (Foto: Dok. Polres Ogan Ilir)

Sementara itu, Wakapolres Ogan Ilir Kompol John Lee mengatakan, kebakaran lahan yang terjadi di Ogan Ilir tepatnya di jalan lintas Palembang-Inderalaya memang mulai mengganggu jarak pandang. Kebakaran yang terjadi sejak Sabtu (5/8) malam tadi belum juga dapat dipadamkan.


"Ada dua helikopeter yang diterjunkan melakukan water bombing untuk pemadam. Saat ini api masih terus berkobar dan berupaya untuk dilakukan pemadaman," ujar John Lee.

Selain api yang belum berhasil dipadamkan, tergganggunya jarak pandang dikarenakan kebakaran berada tepat di tepi jalan lintas. Terlihat kepulan asap mulai menutup jarak pandang warga yang hendak melintas dan mulai tercium asap bekas kebakaran.

Pemadaman ini dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD, Mangala Agni, TNI dan Polri. "Iya, ini sedang melakukan pemadaman (tim gabungan)," tutupnya. (jbr/jbr)