Dipersoalkan IDI, Ini Penjelasan Zaim soal Tweet 'Dokter-Pemabuk'

Andhika Prasetia - detikNews
Sabtu, 05 Agu 2017 07:10 WIB
Zaim Saidi (Foto: dok. facebook)
Jakarta - Cuitan pengamat kebijakan publik PIRAC Zaim Saidi soal analogi dokter dengan pemabuk dipersoalkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Bagaimana penjelasan Zaim soal cuitannya?

Saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (4/8/2017) malam, Zaim tidak bermaksud melecehkan profesi dokter dengan analogi 'dokter-pemabuk'. Menurutnya, penggunaan frasa pada cuitannya sebatas analogi.

(Baca juga: IDI Tersinggung dengan Tweet yang Analogikan Dokter dengan Pemabuk)

"Masa saya dibilang menyerupakan dokter sama pemabuk dan vaksin sama miras? Pada tidak bisa baca dan mengerti analogi. Poin dari analogi itu kan relasi antara dokter dan vaksin serupa dengan relasi antara miras dan pemabuk," ujar Zaim.

Gara-gara cuitannya, Twitter PB IDI menyayangkan pernyataan Zaim. Tapi, Zaim memiliki pembelaan soal cuitannya.

"Ya itu karena emosi jadi nalar orang-orang pintar ini tumpul, nggak pada paham analogi. Makanya saya bilang kalau bahas vakin dengan dokter, artinya dengan yang berkepentingan, pihak pemakai, ya tidak netral," terangnya.

"Serupa dengan bahas miras dengan pemakainya, yaitu pemabuk. Jadinya akan bias pihak yang berkepentingan. Infonya sepihak, tidak berimbang dan mereka juga harus paham masalah vaksin ini harus merupakan kebebasan masyarakat dalam memilih. Tidak boleh dipaksakan," tambahnya.

Pengurus besar IDI menyayangkan cuitan Zaim yang sempat ramai dibahas di medsos tersebut. Tak menutup kemungkinan, PB IDI akan melayangkan somasi.

(Baca juga: IDI Buka Peluang Somasi Zaim Saidi soal Analogi Dokter-Pemabuk)

"Kalau dikatakan seperti itu, perilaku dokter menjunjung tinggi etika dan moral. Kalau kemudian disamakan dengan miras dan pemabuk, ini sangat menyinggung profesi. Bukan tak mungkin ini akan diproses, kami punya biro hukum pembinaan pembelaan anggota, bisa mensomasikan ini," ujar Sekjen PB IDI, Adib Khumaidi dikonfirmasi secara terpisah. (dkp/dkp)