DetikNews
Kamis 03 Agustus 2017, 18:48 WIB

Pemkot Semarang Raih Adipura 6 Kali Berturut-turut

Niken Widya Yunita - detikNews
Pemkot Semarang Raih Adipura 6 Kali Berturut-turut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyerahkan piala Adipura kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang Gunawan Saptogiri. (Dok. Pemkot Semarang)
Semarang - Selama dua tahun terakhir kepemimpinan Wali Kota Hendrar Prihadi, wajah Kota Semarang terus mengalami perubahan dan pembenahan ke arah positif. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia pun memberikan piala Adipura kepada Pemerintah Kota Semarang.

Dalam keterangan tertulis dari Pemkot Semarang, penghargaan Adipura tersebut diberikan pada Rabu (2/8/2017) malam di Auditorium Manggala Wanabhakti kompleks Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Piala tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar kepada Pemerintah Kota Semarang, yang diwakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang Gunawan Saptogiri.

Piala tersebut merupakan penghargaan keenam kali berturut-berturut yang diterima Kota Semarang sejak 2012.

"Capaian ini merupakan hasil kerja keras dan komitmen bersama antara Pak Hendrar Prihadi dalam menata dan menjaga kebersihan lingkungan," ucap Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Semarang Achyani.

Kota Semarang, lanjut Achyani, telah memenuhi standar dari sejumlah unsur penilaian, seperti kebersihan dan penghijauan. Mulai dari taman, jalan, pasar, pertokoan, perumahan, sekolah, hingga kebersihan selokan dan sungai.

Piala Adipura ini juga tidak terlepas dari inovasi Hendi, sapaan akrab Wali Kota, yang mengubah lingkungan kumuh disertai penataan pasar tradisional menjadi lebih asri, bersih, dan terawat. Salah satu kampung kumuh yang berhasil disulap adalah Kampung Pelangi di Kelurahan Wonosari, yang menjadi viral hingga ke mancanegara.

Demikian pula halnya dengan pengelolaan sampah. Sampah di Kota Semarang tidak dibuang begitu saja di TPA Jatibarang, melainkan diolah menjadi pembangkit listrik tenaga sampah dan gas metana. Selain itu, program Sistem Pengendalian Kota Pintar melalui PJU Pintar Hemat Energi menjadi inovasi besar di kota ini.

Tidak salah bila kemudian Kota Semarang menjadi salah satu wilayah yang ditunjuk Presiden Jokowi untuk percontohan penggarapan proyek pembangkit listrik tenaga sampah.

Perubahan di Kota Semarang lainnya adalah penambahan ruang terbuka hijau (RTH) pada lahan-lahan tidur yang pasif menjadi taman-taman kota dan pembenahan taman-taman yang sudah rusak menjadi taman aktif dengan berbagai jenis pohon yang ditanam, ditambah fasilitas yang disediakan untuk warga. RTH ini juga diterapkan pada fasilitas-fasilitas umum warga, seperti permukiman, perkantoran, pertokoan, pasar, sekolah, rumah sakit, puskesmas, dan terminal bus atau angkutan kota.

Selain itu, trotoar di jalan protokol tak luput dari penataan. Seperti di Jalan Veteran, Jalan Imam Bonjol, kawasan Simpang Lima, Jalan Pemuda, dan Kota Lama. Penataan yang dilakukan Hendrar juga memperhatikan estetika. Bahkan sejumlah titik menjadi spot selfie.
(nwy/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed