Australia: Terorisme Masih Jadi Ancaman di Indonesia
Selasa, 10 Mei 2005 18:15 WIB
Jakarta - Para teroris di Asia Tenggara mungkin saja telah memutuskan untuk menghentikan sementara serangan-serangan mereka di Indonesia setelah bencana tsunami 26 Desember lalu. Namun rencana keseluruhan mereka tidak berubah.Demikian diungkapkan badan intelijen Australia, Australian Security Intelligence Organisation (ASIO) seperti dilansir kantor berita resmi Malaysia, Bernama, Selasa (10/5/2005)."Di Asia Tenggara, tsunami yang begitu tragis mengenai bagian-bagian Indonesia dan negara lain, tidak menyebabkan dan belum menyebabkan pemikiran ulang fundamental oleh para teroris di wilayah itu," ujar Deputi Dirjen ASIO, Ian Cousins."Sepertinya di Indonesia dan lainnya di Asia Tenggara, mereka (teroris) mungkin telah mengambil keputusan taktis untuk menghentikan sementara serangan-serangan di Indonesia setelah tsunami," kata Cousins."Namun kita bisa memastikan bahwa tsunami tidak mengakibatkan perubahan apapun dalam tujuan strategis. Kita bisa menduga bahwa Australia dan kepentingannya di luar negeri akan terus menjadi target," imbuh pejabat intelijen Australia itu.Cousins mengungkapkan, setidaknya ada satu serangan teroris terhadap kepentingan Australia yang berhasil digagalkan setiap tahunnya dalam lima tahun terakhir. Ini termasuk plot serangan ke Komisi Tinggi Australia di Singapura.
(ita/)











































