DetikNews
Kamis 03 Agustus 2017, 02:33 WIB

Sketsa Peneror Novel Diumumkan, Warga Silakan Beri Info ke Polisi

Mei Amelia R - detikNews
Sketsa Peneror Novel Diumumkan, Warga Silakan Beri Info ke Polisi Gambar wajah terduga peneror Novel Baswedan (Ray Jordan/detikcom)
Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah merilis sketsa wajah yang diduga pelaku teror air keras ke penyidik KPK Novel Baswedan. Pihak kepolisian berharap masyarakat memberikan informasi bila ada yang mengetahui identitas pelaku tersebut.

"Ya, kita kan sebarkan (sketsa wajah) ke masyarakat. Nanti kalau ada informasi mirip-mirip (terduga pelaku), silakan informasikan ke pihak kepolisian," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (2/8/2017).

Di samping menunggu informasi dari masyarakat, pihak kepolisian tentu terus berupaya menyelidiki identitas terduga pelaku tersebut. "Selain itu, polisi juga mencari," ucapnya.

Sebelumnya, polisi membuat tiga sketsa wajah dari tiga saksi yang berbeda. Tiap saksi memberikan keterangan ciri-ciri pelaku dengan gambaran rupa yang berbeda.

Dari tiga sketsa itu, baru satu sketsa wajah yang sudah sempurna. Sedangkan dua sketsa wajah lainnya masih dalam tahap penyempurnaan.

"Jadi sketsa itu kan kemarin baru satu. Yang namanya sketsa itu kan, itu harus kita cek, cross-check kembali kepada saksi yang melihat," ucapnya.

Sketsa wajah tersebut kemudian direka ulang di Inafis ke dalam bentuk 3 dimensi. Sketsa wajah yang sudah jadi itu akan dicek datanya di Inafis.

"Jadi sudah kelihatan toh kemarin, kita bawa ke Inafis (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System), kita masukan ke komputer. Kita mempunyai banyak data. Nanti bagaimana setelah jadi, sketsa itu, maupun dari Inafis kita cross-check kembali ke saksi. Apakah rambutnya seperti ini, ikal atau lurus, bentuk matanya seperti apa, alisnya bagaimana, telinganya seperti apa, bibirnya seperti apa, dagunya. Kan semuanya perlu kita komunikasikan kembali," tutur Argo.

Sementara itu, Argo belum bisa menyimpulkan apakah sketsa wajah tersebut sudah menjurus ke pelaku atau belum. Tetapi sketsa itu dibuat berdasarkan keterangan saksi yang mencurigainya pada saat kejadian.

"(Yang dibuat sketsa) orang yang berada di sekitar TKP. Kan ada saksi yang melihat, 'Saya kok tidak kenal dengan orang itu', kita lakukan sketsa. Orang itu di mana, wajahnya seperti apa, kapan saksi melihat, ya toh. Saat apa, jam berapa, situasi bagaimana, kan perlu kita tanyakan semua," lanjutnya.

Untuk menelusuri soal identitas pelaku ini, Argo menyebut kemungkinan pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). "Tentunya, selain polisi yang bergerak. Masyarakat juga butuhkan untuk informasi itu," kata Argo.
(mei/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed