2 Mahasiswa Unnes Dipolisikan, Menristekdikti: Selesaikan Baik-baik

Faieq Hidayat - detikNews
Selasa, 01 Agu 2017 15:44 WIB
Menristek Dikti M Nasir (Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Jakarta - Dua mahasiswa dari Universitas Negeri Semarang (Unnes), yakni Julio Belnanda Harianja dari Fakultas Hukum dan Harist Achmad Mizaki dari Fakultas Teknik, dipolisikan. Sebab, keduanya mengunggah foto piagam sindiran yang ditujukan untuk Menristekdikti M Nasir mengenai kritik Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Namun Menristekdikti M Nasir mengatakan masalah tersebut bisa diselesaikan dengan baik. Nasir mengaku enggan membesarkan masalah hal tersebut.

"Selesaikan dengan baik, wong masalah kecil, kan. Selesaikan dengan baik," kata Nasir di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (1/8/2017).

Nasir mengatakan masalah tersebut merupakan kewenangan pihak kampus Unnes. Dia mengaku tidak ingin ikut campur masalah hal tersebut.

"Wah, itu urusannya kampus, bukan saya. Saya setelah ini saya tanyakan, saya nggak tahu, dan saya ingin selesaikan dengan baik," kata Nasir.

Akan tetapi, apakah Nasir mempunyai niat agar dua mahasiswa tersebut dibebaskan. Nasir mengatakan masalah tersebut bisa diselesaikan dengan baik.

"Diselesaikan dengan baik, ya, oke," kata Nasir.

Dalam kasus ini, dua mahasiswa tersebut melanggar UU ITE karena mengunggah foto piagam sindiran di Facebook dan Instagram. Posting-an itu dianggap mencemarkan nama baik Unnes dan Menristekdikti.

Gambar piagam tersebut menjadi viral di kalangan aktivis mahasiswa, termasuk foto surat panggilan dari kepolisian terhadap Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unnes Muhamad Adib.

Adib dipanggil oleh penyidik Polrestabes Semarang hari Rabu (26/7) sebagai saksi karena menandatangani piagam dan menyerahkannya kepada M Nasir.

Pada piagam tersebut tercantum nama M Nasir dan di bawahnya bertulisan 'Telah mencederai semangat asas ketunggalan UKT di perguruan tinggi'. Piagam ditandatangani oleh Adib selaku Presiden BEM Unnes. (fai/rvk)