Derita Para Driver Go Jek Dikerjai Pelaku dengan Order Fiktif

Idham Kholid - detikNews
Selasa, 01 Agu 2017 08:33 WIB
Foto: Ilustrasi: Luthfy Syahban
Jakarta - Kasus order fiktif ini menyisakan luka bagi para driver ojek online. Bukannya untung yang didapat, driver justru mengalami kerugian bahkan hingga mengorbankan uang sekolah anak.

Foto seorang driver Go Jek tertunduk lemas setelah mengetahui order Go Food yang diantarnya fiktif sempat viral di awal-awal munculnya kasus ini ke publik. Driver itu diketahui bernama Erik.

Saat itu order Go Food yang diterimanya berupa makanan dari Sate Khas Senayan sebanyak dua porsi dengan total pembelanjaan Rp 232.500. Dia juga langsung mengkonfirmasi ulang pesanan itu setelah membelinya.

Namun apa daya, kekecewaan justru didapatnya ketika sampai di alamat yang tertera di Bank Danamon Matraman, Jakarta Timur. Bukan Julianto yang ditemuinya, melainkan pihak sekuriti bank yang memberi tahu bahwa pesanan yang diterimanya merupakan order fiktif.

"Julianto saya nggak ketemu, malah sekuriti bilang, 'Kirim ke mana, Mas? Ke Julianto ya? Lantai 5?', 'Kok tahu?' saya bilang, kata sekuriti, 'Mas orang kelima', dia bilang. Wah, sudah, saya drop," kata Erik di base camp Go Jek di kawasan Taman Amir Hamsah, Jl Taman Matraman Timur, Pegangsaan, Jakarta Pusat, Selasa (11/7/2017).

"'Maksudnya gimana?' saya tanya. Ternyata sebelum saya, Go Jek juga sudah banyak yang datang, malah ada yang sampai (bayar pesanan) Rp 600 ribu," imbuhnya.

Sebenarnya, kata Erik, di Gojek ada mekanisme klaim bila mendapat order fiktif. Namun, proses klaim membutuhkan waktu yang lama dan juga harus bawa makanan serta struknya.

"Sudah males kita (klaim), makan saja, anggap saja buang sial, cuma nyesek juga bang. Namanya duit modal nggak ada, itu juga di-ada-adain pake duit bayaran sekolah anak," kata Erik.

Tidak jadi mendapat uang, makanan tersebut akhirnya disantapnya meski terasa 'nyesek'. "Kita makan saja anggap saja buang sial, cuma nyesek juga bang," kata Erik.

Erik memang bukan driver pertama yang mengantar orderan fiktif ke kantornya Julianto. Sudah banyak driver sebelum Erik yang mengalami hal serupa. Salah satu teman sekantor Julianto mengatakan, untuk hari pertama, Selasa (4/7), Julianto masih membayar sendiri orderan yang dipesannya itu.

"Untuk hari kedua, kita kolekan patungan bayar kan kasihan juga itu pesenan kan ditalangin dulu sama drivernya," kata teman Julianto saat ditemui di kantor Danamon Matraman, Jumat (7/7/2017).

Teman Julianto tersebut mengatakan ada 10-15 orang driver Gojek yang datang ke kantor. Setiap pesanan, jumlahnya tak sedikit, di kisaran Rp 200 ribu.

Kini, polisi masih menangani kasus ini dengan menetapkan Sugiarti atau Arti sebagai tersangka pencemaran nama baik terhadap Julianto. Para driver berharap order fiktif seperti ini tidak terulang lagi.

Belakangan Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana menyatakan, Sugiarti ditetapkan sebagai tersangka dengan pasal pencemaran nama baik melalui media sosial. Ketika diperiksa pada Senin (1/8) kemarin, merujuk pada penjelasan polisi, Sugiarti juga mengakui bahwa dia melakukan order fiktif Go Food dengan dibantu 2 keponakannya.

(idh/idh)