"Tentu ketika berdiam diri saja, tidak banyak aktivitas yang sebagaimana rutin atau normalnya saya beraktivitas itu tidak menyenangkan tentunya," ujar Novel saat Blak-blakan bersama detikcom di Singapura, Minggu (30/7/2017).
Novel ingin kembali berkegiatan normal seperti sebelum teror penyiraman air keras menimpanya. Dia ingin kembali berjuang memberantas korupsi, bermanfaat bagi masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari itu merupakan hari kesepuluh Novel menjalani rawat jalan. Tak lagi berada di rumah sakit, Novel menghabiskan waktunya di salah satu lokasi tersembunyi di Singapura dan selalu salat berjamaah di salah satu masjid.
"Saya kurang lebih sekitar seminggu lewat sedikit atau 10 hari rawat jalan ini, selebihnya saya di rumah sakit, rawat inap. Selama rawat jalan ini alhamdulillah perkembangan saya lebih bagus karena memang dokter meminta saya beraktivitas yang diharapkan dengan aktivitas itu mengembalikan fungsi-fungsi organ yang mati atau rusak dengan lebih cepat, barangkali seperti itu," ujar Novel.
Novel memang kini berada di Singapura untuk pengobatan kedua matanya yang mengalami teror penyiraman air keras. Pelakunya sendiri sampai saat ini masih misterius.
Novel mengalami teror tersebut selepas salat subuh di masjid dekat kediamannya pada 11 April 2017. Pengusutan kasus ini mendapat perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta untuk diselesaikan secara tuntas. (dhn/idh)











































