Novel Baswedan: Saya Ingin Kembali Bermanfaat Bagi Orang Lain

Blak-blakan Novel Baswedan

Novel Baswedan: Saya Ingin Kembali Bermanfaat Bagi Orang Lain

Dhani Irawan - detikNews
Selasa, 01 Agu 2017 08:29 WIB
Novel Baswedan: Saya Ingin Kembali Bermanfaat Bagi Orang Lain
Foto: Novel Baswedan blak-blakan dengan detikcom. (Dhani Irawan/detikcom)
Singapura - Rasa rindu dirasakan Novel Baswedan untuk kembali beraktivitas sebagai penyidik di KPK. Novel merasa berdiam diri saja tidaklah menyenangkan.

"Tentu ketika berdiam diri saja, tidak banyak aktivitas yang sebagaimana rutin atau normalnya saya beraktivitas itu tidak menyenangkan tentunya," ujar Novel saat Blak-blakan bersama detikcom di Singapura, Minggu (30/7/2017).

Novel ingin kembali berkegiatan normal seperti sebelum teror penyiraman air keras menimpanya. Dia ingin kembali berjuang memberantas korupsi, bermanfaat bagi masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketika saya bisa beraktivitas lebih banyak, bisa bermanfaat untuk orang lain dengan lebih banyak, itu sesuatu hal yang saya harapkan tentunya. Jadi kalau seberapa rindu, ya memang saya ingin sebisa mungkin segera bisa kembali beraktivitas yang bisa bermanfaat bagi orang lain," kata Novel.

Hari itu merupakan hari kesepuluh Novel menjalani rawat jalan. Tak lagi berada di rumah sakit, Novel menghabiskan waktunya di salah satu lokasi tersembunyi di Singapura dan selalu salat berjamaah di salah satu masjid.

"Saya kurang lebih sekitar seminggu lewat sedikit atau 10 hari rawat jalan ini, selebihnya saya di rumah sakit, rawat inap. Selama rawat jalan ini alhamdulillah perkembangan saya lebih bagus karena memang dokter meminta saya beraktivitas yang diharapkan dengan aktivitas itu mengembalikan fungsi-fungsi organ yang mati atau rusak dengan lebih cepat, barangkali seperti itu," ujar Novel.

Novel memang kini berada di Singapura untuk pengobatan kedua matanya yang mengalami teror penyiraman air keras. Pelakunya sendiri sampai saat ini masih misterius.

Novel mengalami teror tersebut selepas salat subuh di masjid dekat kediamannya pada 11 April 2017. Pengusutan kasus ini mendapat perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta untuk diselesaikan secara tuntas. (dhn/idh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads