Dugaan Korupsi Aset Pertamina, Pembeli Lahan Simprug Diperiksa

Audrey Santoso - detikNews
Senin, 31 Jul 2017 20:04 WIB
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta - Polisi memeriksa suami dan anak Lidia, pembeli aset PT Pertamina berupa lahan seluas 1.088 meter persegi di Simprug, Jakarta Selatan. Lidia sendiri telah meninggal dunia pada 2015.

"Ada pemeriksaan tiga orang. Dua pemilik tanah terakhir. Yang beli Ibu Lidia, tapi karena yang bersangkutan telah meninggal dunia, kami periksa suami dan anaknya," jelas Kasubdit V Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Kombes Indarto kepada detikcom, Senin (31/7/2017).

Indarto menyebut Teguh sebagai suami Lidia, sedangkan Sae Teguh merupakan anak Lidia. "Pak Teguh, yang merupakan suaminya, dan Pak Sae Teguh, anak Ibu Lidia," sebutnya.

Polisi juga menghadirkan ahli hukum perdata pada pemeriksaan hari ini. "Satu ahli perdata," katanya.

Dia juga menerangkan penyidik sedang berkoordinasi dengan keluarga Lidia dan menyiapkan syarat administrasi untuk menyita lahan yang menjadi pokok perkara dugaan korupsi ini.

"Kami sedang persiapan administrasi dan koordinasi (untuk penyitaan aset)," imbuhnya.

Saat disinggung mengenai ada-tidaknya tersangka lain dalam malprosedur pelepasan aset salah satu perusahaan BUMN tersebut, Indarto menjelaskan penyidik akan kembali melakukan gelar perkara setelah berkas tersangka Gathot diterima kejaksaan.

"Tunggu berkas Ghatot P-21, baru kami gelar perkara dan kita lihat hasil gelar," terang Indarto.

Sebelumnya, penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim telah memeriksa dua saksi kasus ini, yaitu mantan Dirut Pertamina Karen Agustiawan dan mantan Direktur Umum PT Pertamina Waluyo.

"Hari ini Bu Karen, mantan Dirut Pertamina, kami periksa dalam kasus penjualan tanah Simprug sebagai saksi," kata Indarto lewat pesan singkat, Selasa (25/7).

Indarto juga menjelaskan kapasitas Waluyo dalam kasus ini, yakni atasan langsung Senior Vice President (SVP) Asset Management PT Pertamina (Persero) Gathot Harsono, yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Termasuk Pak Waluyo, mantan direktur umum, atasannya Gathot tersangka," ujarnya. (aud/nvl)