Novel Baswedan: Saya Tak Tahu Apakah Besok Masih Hidup

Blak-blakan Novel Baswedan

Novel Baswedan: Saya Tak Tahu Apakah Besok Masih Hidup

Indah Mutiara Kami - detikNews
Senin, 31 Jul 2017 12:28 WIB
Foto: Dhani Irawan/detikcom
Jakarta - Penyidik senior KPK Novel Baswedan bicara soal masa depannya setelah diteror air keras hingga penglihatannya terganggu. Novel menegaskan akan selalu di KPK, namun enggan berandai-andai jauh soal masa depan.

"Saya tidak mau berandai-andai. Saya melihat segala sesuatu adalah yang hari ini, sampai pun saya juga tidak tahu apakah besok saya masih hidup. Dengan demikian, saya tidak mau kemudian berandai-andai yang terlalu panjang," ucap Novel saat Blak-blakan bersama detikcom di Singapura, Minggu (31/7/2017).


Novel memilih berpandangan positif tentang masa depannya. "Kalau untuk rencana, tentunya saya berencana tetap di KPK. Tapi segala sesuatu yang terjadi, saya tidak pernah kemudian berandai-andai yang terlalu jauh," tambahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Novel diteror air keras pada 11 April 2017 silam dan kemudian dibawa ke Singapura. Sejak saat itu, keluarga Novel bergantian menemaninya menjalani perawatan, termasuk istri dan anak-anaknya.

Wawancara dengan Novel Baswedan di Singapura.Wawancara dengan Novel Baswedan di Singapura. (Dhani Irawan/detikcom)

Bagi Novel, semua peristiwa ini sudah terjadi atas kehendak Yang Kuasa. Kepada istri dan anaknya, Novel juga meminta mereka meningkatkan iman dan takwa.

"Ketika terjadi, sudah terjadi, saya tidak pernah berpikir negatif, saya berpikir positif. Toh, juga dengan kejadian ini saya bisa mengajarkan kepada anak-anak saya, dan kepada istri saya, untuk selalu meningkatkan iman dan takwa, dan dengan demikian, mereka tentunya saya harapkan akan mendapatkan pelajaran yang positif," ungkap Novel.


Istri dan anak-anak Novel tentu sempat shock terhadap apa yang terjadi pada pria berusia 40 tahun itu. Meski demikian, keluarga tidak pernah keberatan dengan pekerjaan Novel yang penuh risiko ini.

"Anak-anak saya dan istri, mereka alhamdulillah cukup kuat, dan mereka bisa memahami apa yang saya lakukan. Bahkan mereka mendukung saya untuk selalu bekerja atau berjuang menegakkan kebenaran dan menegakkan hukum sebagai penyidik," ucapnya. (imk/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads