DetikNews
Kamis 27 Juli 2017, 18:00 WIB

Sebagian Besar Penghuni Rusun Pesakih Menunggak Iuran

Arief Ikhsanudin - detikNews
Sebagian Besar Penghuni Rusun Pesakih Menunggak Iuran Foto: Rusun Nek Mimi (Arief-detikcom)
Jakarta - Bukan hanya Siti Bunga, alias Nek Mimi, sebagian besar penghuni rumah susun (Rusun) Pesakih, Cengkareng Jakarta Barat menunggak sewa. Hal itu diungkapkan Kepala Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) Tambora, Sarjoko.

"Total tunggakan ada sekitar Rp 580 jutaan. Sebagian besar itu nunggak. Tunggakan berbagai macam, ada satu, dua, sampai empat bulan, bahkan lebih," ucap Sarjoko.

Secara administrasi setelah menunggak dua bulan akan diberi surat peringatan. Setelah tiga kali surat peringatan, hunian akan disegel.

"Satu bulan dua bulan harusnya SP 1, tapi tidak terlalu kaku. Kita tidak bisa begitu. Kita bicara sisi kemanusiaan," ujar Sarjoko.

Rusun Pesakih memiliki delapan tower enam lantai dengan 640 hunian. Lantai satu atau dasar, digunakan untuk tempat parkir dan lapak jualan.

Harga sewa ruangan tipe 35 di sana tergantung lantai. Lantai dua seharga Rp. 281.000, semakin keatas semakin murah Rp. 30.000.

"Itu juga sudah mendapat subsidi dari pemerintah yang lumayan banyak. Air gratis sedangkan listrik bayar menggunakan token, kata Sarjoko.

Sarjoko mengaku, kebanyakan penghuni disini berasal dari kalangan menengah ke bawah. Mereka adalah masyarakat yang dulu digusur dari beberapa tempat.

"Ada latar belakang terkait sebagian besar penghuni rusun kan dari daerah relokasi. Kan ada faktor kerjaan mata pencaharian," ucap Sarjoko.

[Gambas:Video 20detik]


(aik/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed