BNPT Ingin Gandeng Kemensos untuk Bina Eks Napi Teroris

BNPT Ingin Gandeng Kemensos untuk Bina Eks Napi Teroris

Akhmad Mustaqim - detikNews
Rabu, 26 Jul 2017 17:42 WIB
BNPT Ingin Gandeng Kemensos untuk Bina Eks Napi Teroris
Direktur Deradikalisasi BNPT Irfan Idris (Foto: Mukhlis Dinillah/detikcom)
Jakarta - Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irfan Idris meminta Kementerian Sosial (Kemensos) turut ambil peran mengatasi persoalan mantan napi teroris. Menurutnya keterbatasan fasilitas dan sumber daya menjadi persoalan utama.

"Di seluruh Indonesia ada 600 mantan napi teroris, BNPT tak punya kekuatan tapi Kemensos punya untuk bagaimana menyentuh mereka dengan berbagai kartu," kata Idris saat ditemui di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Rabu (26/7/2017).

Idris mengatakan bagi para napi yang masih menghabiskan masa tahanannya di lembaga pemasyarakatan (lapas) juga akan dibina. Pembinaan itu berupa deradikalisasi yang dilakukan di dalam lapas maupun di luar lapas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Akan dideradikalisasi di Sentul nah itu ada tahapannya, identifikasi, rehabilitasi, reedukasi, dan reintegrasi, dan di luar lapas ada namanya identifikasi ada pembinaan wawasan dan kebangsaan ada pembina keagamaan ada pembinaan kewirausahaan karena ini (hatinya) kosong tidak ada keterangan tidak ada kegiatan yang dia lakukan," ujarnya.

Menurutnya pemikiran radikal yang ada pada teroris tidak dapat dihilangkan. BNPT dan Kemensos hanya bertugas sebatas untuk memberikan pembinaan.

"Dalam deradikalisasi, bagaimana menurunkan gaya berpikir yang radikal. Karena tidak mungkin dihilangkan gaya berpikir radikal. Tugas kita hanya menyampaikan, bukan memaksakan," ungkapnya.

Idris mengatakan selain persoalan membina mantan napi teroris, BNPT dan Kemensos akan membina anak-anak yang orang tuanya tersangkut kasus terorisme.

"Kami dengan Kemensos hari ini juga ada rapat untuk memperkuat data untuk anak-anak yang orang tuanya pernah terlibat teroris dan atau ditahan. Kalau dibiarkan, anak-anak itu bisa trauma," ucapnya.

Selain dengan Kemensos, BNPT juga akan bekerja sama dengan 32 kementerian dan lembaga. Kerja sama yang dijalin berupa berbagi informasi, data dan pelibatan pakar dalam bidang agama dan psikologi.

"Semua dan itu sudah dirumuskan 32 kementerian dan lembaga akan bekerja sama dengan BNPT melakukan sharing informasi, data, penguatan kelembagaan, pelibatan pakar pakar, psikologi, agama, kewirausahaan, sosial sejarah," kata dia.

"Bagaimana mereka bisa bekerja sosial agar melatih mereka jangan kosong pikiran kalo kosong pikiran nanti akan jadi teroris," tuturnya. (dhn/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads