⁠Muncul Nama-nama Calon Penerus Pemimpin Iran Ali Khamenei

⁠Muncul Nama-nama Calon Penerus Pemimpin Iran Ali Khamenei

Haris Fadhil - detikNews
Senin, 02 Mar 2026 03:37 WIB
A handout picture provided by the office of Irans Supreme Leader Ali Khamenei shows him speaking during a meeting with Irans president and his cabinet in Tehran on August 27, 2024. (File photo: AFP)
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. (Foto: dok. AFP)
Jakarta -

Penerus kepemimpinan Iran menjadi keniscayaan usai pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas akibat serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Siapa saja nama tokoh yang muncul?

Dilansir Al-Jazeera dan CNN, rezim ulama Iran kini menghadapi tantangan mencari pengganti Khamenei setelah kematiannya. Pemimpin veteran yang memerintah dengan tangan besi selama hampir empat dekade ini tidak memiliki penerus yang secara resmi diumumkan.

A plume of smoke rises following a reported explosion in Tehran on February 28, 2026. Two loud blasts were heard in Tehran on February 28 morning by AFP journalists, and two plumes of thick smoke were seen over the centre and east of the Iranian capital. Israel's defence ministry announced it had launched a Asap terlihat di Teheran, Iran, saat awal serangan Israel, Sabtu (28/2/2026). (Photo by ATTA KENARE / AFP)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkini, sebuah badan terpilih yang terdiri dari 88 ulama senior, yang dikenal sebagai Majelis Pakar, akan memilih siapa yang menjadi penerus Khamenei. Tugas ini hanya pernah dilakukan oleh badan ulama tersebut sekali sejak Republik Islam didirikan pada tahun 1979, yakni ketika Khamenei dipilih secara tergesa-gesa setelah kematian Ayatollah Ruhollah Khomeini lebih dari tiga dekade lalu.

Pemerintah Iran akan berupaya cepat untuk menunjukkan stabilitas di republik tersebut. Para anggota majelis juga disebut segera berkumpul untuk membahas calon-calon yang mungkin sebelum menunjuk pengganti Khamenei.

ADVERTISEMENT

Namun, tidak jelas apakah mereka berani mengambil risiko mengadakan pertemuan mengingat Presiden AS Donald Trump telah bersumpah pengeboman yang menargetkan rezim tersebut akan berlanjut.

Para ahli itu perlu memilih pengganti yang memenuhi kualifikasi yang ditetapkan dalam konstitusi. Pemimpin baru tersebut harus laki-laki, seorang ulama dengan kompetensi politik, otoritas moral, dan loyalitas kepada Republik Islam. Majelis dapat menafsirkan aturan untuk mengecualikan ulama reformis yang mendukung kebebasan sosial yang lebih besar dan keterlibatan dengan dunia luar.

Aljazeera melaporkan Ali Khamenei, sebelum kematiannya, telah memberikan empat nama. Namun, belum ada informasi siapa saja empat nama itu.

Skenario lain ialah ada dewan yang terdiri dari empat orang untuk menjalankan negara sampai pemimpin baru terpilih. Sementara ini, Iran telah membentuk dewan beranggotakan tiga orang yang terdiri dari presiden negara, kepala kehakiman, dan salah satu ahli hukum Dewan Penjaga Konstitusi untuk sementara akan mengambil alih semua tugas kepemimpinan di Iran.

Selain itu, CNN juga mengulas beberapa kandidat yang menurut para ahli dan analis berpotensi menjadi penerus Khamenei. Berikut daftarnya:

Mojtaba Khamenei

Putra kedua Khamenei, Mojtaba Khamenei (56), dikenal memiliki pengaruh signifikan di balik layar dan memiliki hubungan kuat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), badan militer paling kuat di negara itu, serta pasukan paramiliter sukarelawan Basij. Namun, suksesi dari ayah ke anak tidak disukai dalam kalangan ulama Muslim Syiah dan khususnya di Iran revolusioner yang muncul setelah menggulingkan monarki yang sangat dibenci.

Hambatan tambahan adalah Mojtaba bukanlah ulama berpangkat tinggi dan tidak memiliki peran resmi dalam rezim tersebut. Dia dikenai sanksi oleh AS pada tahun 2019.

Alireza Arafi

Sebagai tokoh yang kurang dikenal, Alireza Arafi (67) adalah seorang ulama terkemuka dengan rekam jejak di lembaga pemerintahan yang juga merupakan orang kepercayaan Khamenei. Saat ini, dia menjabat sebagai wakil ketua Majelis Pakar dan telah menjadi anggota Dewan Penjaga yang berpengaruh, yang memeriksa calon pemilihan dan undang-undang yang disahkan oleh parlemen. Dia juga kepala sistem seminari Iran.

Menurut Alex Vatanka dari Middle East Institute, kesediaan Khamenei untuk menunjuk Arafi ke posisi senior dan strategis menunjukkan bahwa dia memiliki 'kepercayaan yang besar pada kemampuan birokrasinya'. Namun, Arafi tidak dikenal sebagai tokoh politik berpengaruh dan tidak memiliki hubungan dekat dengan lembaga keamanan.

Dia disebut mahir dalam bidang teknologi dan fasih berbahasa Arab serta Inggris. Dia juga aktif menulis dengan menerbitkan 24 buku dan artikel.

Mohammad Mehdi Mirbagheri

Mirbagheri (60) adalah ulama garis keras dan anggota Majelis Pakar yang mewakili sayap paling konservatif dari kalangan ulama. Baru-baru ini dilaporkan bahwa dia membenarkan tingginya angka kematian dalam perang Israel di Gaza dengan mengatakan bahwa kematian bahkan setengah dari populasi dunia 'layak' jika itu mencapai kedekatan dengan Tuhan.

Menurut IranWire, sebuah media aktivis, dia sangat menentang Barat dan percaya bahwa konflik antara orang beriman dan orang kafir tidak dapat dihindari. Saat ini, dia memimpin Akademi Ilmu-Ilmu Islam di kota suci Qom di bagian utara.

Hassan Khomeini (50)

Khomeini adalah cucu dari pendiri Republik Islam, Ayatollah Ruhollah Khomeini, yang memberinya legitimasi religius dan revolusioner. Dia bertugas sebagai penjaga mausoleum Khomeini tetapi belum pernah memegang jabatan publik dan tampaknya memiliki sedikit pengaruh terhadap aparat keamanan negara atau elit penguasa.

Dia dikenal kurang garis keras dibandingkan banyak rekan-rekannya dan dilarang mencalonkan diri untuk Majelis Pakar pada tahun 2016.

Hashem Hosseini Bushehri

Bushehri (60-an) adalah seorang ulama senior yang terkait erat dengan lembaga-lembaga yang mengelola suksesi, khususnya Majelis Pakar, di mana dia menjabat sebagai wakil ketua pertama. Dia disebut dekat dengan Khamenei tetapi memiliki profil rendah di dalam negeri dan tidak dikenal memiliki hubungan yang kuat dengan IRGC.

Halaman 2 dari 3
(fca/fca)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads