"Presiden harus bersikap dan membentuk tim gabungan pencari fakta yang independen untuk mengungkap kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan. TGPF ini juga penting dibentuk untuk menghindari politik kepentingan atau politik saling sandera yang ada di tubuh internal kepolisian," ujar Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak di gedung Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/7/2017).
Dalam konferensi pers itu turut hadir pula perwakilan dari KontraS, ICW, dan LBH Jakarta. Dahnil menyebut bila pengusutan kasus Novel hingga saat ini masih banyak kejanggalan sehingga TGPF itu diperlukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum terungkapnya kejadian penyerangan terhadap Novel Baswedan menjadi sebuah tanda tanya besar," sebut Dahnil.
Novel mengalami penyerangan usai melaksanakan salat subuh di masjid dekat rumahnya pada 11 April 2017. Saat itu, 2 orang menggunakan sepeda motor menyiramkan air keras ke wajah Novel.
Hingga saat ini, kepolisian masih mengusut pelaku penyerangan itu. Polisi sudah membuat 3 sketsa wajah pelaku dari saksi mata yang melihat kejadian itu. (dhn/fdn)











































