Jenguk Novel, Pemuda Muhammadiyah: Dia Tak Sabar Lawan Koruptor

Jenguk Novel, Pemuda Muhammadiyah: Dia Tak Sabar Lawan Koruptor

Dhani Irawan - detikNews
Selasa, 25 Jul 2017 10:56 WIB
Jenguk Novel, Pemuda Muhammadiyah: Dia Tak Sabar Lawan Koruptor
Novel Baswedan (Ilustrasi oleh Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta - Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menjenguk Novel Baswedan di Singapura. Dahnil menyebut Novel tak sabar ingin kembali beraktivitas.

"Beberapa hari yang lalu, saya dan Haris Azhar satu harian mengunjungi Novel Baswedan di Singapura. Novel kelihatan masih penuh semangat jihad lawan korupsi dan sudah tidak sabar untuk kembali beraktivitas," kata Dahnil dalam keterangannya, Selasa (25/7/2017).


Dahnil menyebut kondisi Novel saat ini dalam masa penyembuhan. Namun untuk mata kiri, disebut Novel, akan dioperasi dalam beberapa waktu ke depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Novel alhamdulillah sedang dalam kondisi penyembuhan, bersiap untuk dilakukan operasi terhadap mata sebelah kirinya beberapa minggu ke depan. Selama menunggu, Novel banyak beraktivitas di masjid dan tempat penginapan sementaranya karena memang harus terus dipantau tim dokter ahli mata," tutur Dahnil.

Jenguk Novel, Pemuda Muhammadiyah: Dia Tak Sabar Lawan KoruptorDahnil Anzar, Novel Baswedan, dan Haris Azhar (dok. Istimewa)


Selain itu, Dahnil menyampaikan bahwa Novel berharap penyerangan terhadapnya tidak menyurutkan semangat KPK dalam memberantas korupsi. Novel, disebut Dahnil, juga berharap KPK tetap solid.


"Novel berharap kasus penyerangan terhadapnya tidak menyurutkan upaya pemberantasan korupsi oleh KPK, justru harus semakin bersemangat, dan KPK harus tetap solid meskipun dihadapkan dengan berbahagia ancaman dari berbagai pihak yang tidak senang dengan agenda pemberantasan korupsi," ujar Dahnil.

"Upaya menemukan pelaku teror penyiraman terhadapnya yang sangat lama disesalkan oleh Novel. Bila merujuk dengan kemampuan polisi dalam berbagai kasus terorisme yang bisa diungkap dengan mudah, maka agak ganjil bila kasus penyerangan terhadapnya diselesaikan terkesan begitu sulit. Seharusnya mudah sekali. Namun ada sesuatu yang mengganjal dan menghambat," Dahnil menambahkan. (dhn/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads