DetikNews
Minggu 23 Juli 2017, 22:34 WIB

Kader Muda: Novanto Ibarat Sopir Bus yang Bawa Golkar ke Jurang

Dwi Andayani - detikNews
Kader Muda: Novanto Ibarat Sopir Bus yang Bawa Golkar ke Jurang Foto: Kader muda Golkar bertemu Akbar Tandjung (Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta - Ketua Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia mengibaratkan partainya seperti serombongan penumpang bus, lalu sang ketua umum, Setya Novanto, jadi sopir busnya. Doli menyebut bila sopir bus itu sedang secara sengaja membawa bus menuju ke jurang.

"Kalau diilustrasikan, Pak Novanto ini seperti sopir yang sedang membawa bus, yang minta semua orang Golkar masuk ke bus itu, kemudian bus itu dibawa ke jurang," kata Doli di kediaman Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tandjung, Jalan Purnawarman nomor 18, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (23/7/2017).

Doli mengatakan GMPG sengaja menyambangi kediaman Akbar Tandjung, untuk menyerahkan sebuah surat berisi pengaduan. Adalah kekhawatiran akan nasib Partai Golkar di masa mendatang jika para kader dan jajaran DPP tetap mendukung Novanto.

"Surat ini berupa surat pengaduan kami sebagai Generasi Muda Partai Golkar. (GMPG) Merasa situasi Partai Golkar saat ini semakin tidak jelas, tidak menentu," ujar Doli.

Doli menilai pasca KPK mengumumkan Novanto sebagai tersangka kasus korupsi mega proyek e-KTP, jajaran di pucuk pimpinan Partai Golkar seolah tak mempedulikan kenyataan tersebut dan bersikap tegas.

"Karena pertama, Pak Setya Novanto sudah ditetapkan sebagai tersangka, tetapi sikap yang ditunjukkan oleh formal organisasi Partai Golkar seolah-olah menutup mata dan telinga dari realita yang terjadi di masyarakat," terang Doli.

Doli mengulas hasil rapat pleno yang diadakan DPP Partai Golkar sebelumnya, yang mana disepakati dukungan Novanto tetap menjadi ketua umum dan dukungan Novanto menempuh jalur praperadilan. Doli menyebut nama Aburizal Bakrie sebagai salah satu yang mendukung penuh Novanto.

"Jadi kemarin mereka rapat pleno, memutuskan mendukung penuh Pak Setya Novanto sebagai ketua umum. Kemudian didukung oleh Ketua Dewan Pembina, Pak Aburizal Bakrie," jelas dia.

"Isinya dua hal, mendukung Pak Setya Novanto sebagai ketua umum dan meminta Pak Setya Novanto melakukan praperadilan," kata Doli.

Menurut GMPG, lanjut Doli, sikap DPP Golkar mengisyaratkan pembangkangan terhadap upaya KPK memberantas korupsi sekaligus menabuh genderang perlawanan. "Menurut persepsi kami itu dimaknai, pertama seperti pembangkangan sebetulnya terhadap pemberantasan korupsi, yang kedua pembangkangan dan perlawanan terhadap KPK," tutur dia.

Doli kembali mengungkapkan pandangannya mengenai partai berlambang pohon beringin itu yang kehilangan akal sehat dan tahu malu. Dia juga menyampaikan sikap Golkar gagal fokus dalam hal Setnov jadi tersangka korupsi.

"Saya melihat bahwa kepemimpinan Golkar saat ini berusaha menanamkan kehilangan akal sehat dan budaya malu. Kita seolah-olah tidak melihat realitas dan tidak malu dengan apa yang menjadi tanggapan masyarakat," Doli menyampaikan.

"Yang kedua adalah kepemimpinan sekarang ini gagal fokus. Yang dihadapi sekarang masalah hukum, tuduhan atas perkara korupsi. Tetapi yang dilakukan adalah konsolidasi internal seperti munas (musyawarah nasional), mencari mobilisasi dukungan DPD," sambung dia.
(aud/dhn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed