DetikNews
2017/07/21 12:40:13 WIB

MK Tegaskan Hakim Agung ala Artidjo Alkostar untuk Reformasi MA

Andi Saputra - detikNews
Halaman 1 dari 4
MK Tegaskan Hakim Agung ala Artidjo Alkostar untuk Reformasi MA Artidjo Alkostar (ari/detikcom)
Jakarta - Hakim tinggi Binsar Gultom dan hakim tinggi Lilik Mulyadi menggugat syarat-syarat hakim agung dari jalur nonkarier ke Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, dalam putusannya, MK menegaskan hakim agung nonkarier adalah grand design mereformasi Mahkamah Agung (MA).

Binsar dikenal saat mengadili kasus Jessica Kumala Wongso. Sedangkan Lilik dikenal saat mengadili sengketa Partai Golkar di PN Jakut. Binsar kini menjadi hakim tinggi di Bangka Belitung dan Lilik jadi hakim tinggi di PT Medan dengan penempatan tugas di Pusdiklat MA.

Hakim agung nonkarier adalah hakim agung dari masyarakat, seperti Artidjo Alkostar, Gayus Lumbuun, dan Bagir Manan. Dalam permohonannya, Binsar-Lilik meminta syarat hakim agung nonkarier diperberat, seperti usia dinaikkan dari minimal 45 menjadi 55 tahun. Namun permohonan itu ditolak MK dengan berbagai pertimbangan.

"Apabila ditelusuri dari sejarah perkembangan proses pengisian hakim agung, dibukanya kesempatan calon hakim agung melalui jalur yang bukan berasal dari hakim karier (yaitu calon hakim agung dari jalur nonkarier) merupakan bagian dan sekaligus kelanjutan dari desain besar (grand design) reformasi mendasar pemegang kekuasaan kehakiman, khususnya reformasi di Mahkamah Agung," demikian pertimbangan MK yang dikutip dari website MK, Jumat (21/7/2017).

Berikut ini 6 poin penting pertimbangan MK soal materi terkait:

1. Hakim agung nonkarier grand design reformasi.

Reformasi mengamanatkan pembenahan besar-besaran di MA. Salah satu skenarionya adalah memasukkan tokoh masyarakat yang ahli di bidang hukum untuk duduk di MA sebagai hakim agung.

"Apabila ditelusuri dari sejarah perkembangan proses pengisian hakim agung, dibukanya kesempatan calon hakim agung melalui jalur yang bukan berasal dari hakim karier (yaitu calon hakim agung dari jalur nonkarier) merupakan bagian dan sekaligus kelanjutan dari desain besar (grand design) reformasi mendasar pemegang kekuasaan kehakiman, khususnya reformasi di Mahkamah Agung," ujar MK.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed