SBY Perintahkan Menag Usut Kasus Pelecehan TKI di Arab

SBY Perintahkan Menag Usut Kasus Pelecehan TKI di Arab

- detikNews
Sabtu, 07 Mei 2005 14:53 WIB
Jakarta - Mendapat pengaduan dari TKI asal Arab Saudi yang disiksa bahkan mendapat pelecehan seksual dari majikannya, Presiden SBY tersentuh. Ia langsung memerintahkan Menteri Agama (Menag) Maftuh Basyuni untuk mengusut tuntas kasus-kasus itu. Pengaduan para TKI terungkap dalam sidak SBY ke Terminal 3 TKI Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Sabtu (7/5/2005). SBY yang tiba pukul 13.30 WIB bertepatan dengan kedatangan pesawat yang mengangkut TKI dari Arab Saudi.Presiden pun langsung berdialog dengan para TKI yang sedang mengurus imigrasi dan bagasinya. Betapa pilu perasaan SBY saat mendengar keluhan para TKI.Seorang TKW asal Cirebon mengaku kepulangannya karena lari dari majikan yang menuduhnya menganiaya anak majikan hingga hidungnya berdarah. "Padahal luka tersebut akibat jatuh dari tangga," kata wanita muda itu sedih.Ada juga TKI yang menceritakan perlakuan tidak manusiawi yang dialami rekan-rekannya yang dipenjara di Arab saudi. "Banyak yang dipenjara tanpa proses peradilan selama berbulan-bulan. Bahkan di antaranya ada yang hamil," ungkapnya.Yang paling menyentuh, seorang TKW yang mendapat pelecehan seksual dari majikan dan anak majikannya. "Mereka sering telanjang di rumah dan saya sering dipeluk dari belakang saat di dapur," kata wanita itu sambil menangis.SBY yang tampak gusar mendengar kisah-kisah tragis para TKI langsung menghubungi Menag via HP Nokia 9500 Communicatornya. "Tolong diselesaikan masalah ini. Jangan sampai terjadi lagi," perintah SBY.Maftuh memang rencananya akan berangkat ke Arab Saudi Minggu (8/5/2005) besok, tapi bukan untuk urusan TKI. Kunjungannya dalam rangka persiapan musim haji 2006."Iya Pak, baik Pak," kata Maftuh dalam suara di HP SBY yang dapat didengar seluruh TKI maupun wartawan karena presiden menggunakan fasilitas loud speaker.Malang benar nasib TKI. Mudah-mudahan perintah SBY ini dapat mengurangi kekerasan terhadap mereka. Jangan sampai hanya menjadi janji-janji saja. (fab/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads