Setelah ditetapkannya Novanto sebagai tersangka, gelombang dukungan maupun desakan agar ada munaslub diutarakan dari kalangan internal Golkar. Nusron mengatakan Golkar sudah terbiasa dengan adanya berbagai masalah yang ada di lingkup internal partai.
Karena itu, Nusron meminta semua pihak tidak terlalu sibuk mengurusi lingkup internal Golkar. Dia mengatakan saat ini Golkar sedang mengadakan konsolidasi internal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kasih kesempatan Golkar berkonsolidasi internal dulu, pasti akan segera menemukan formatnya. Di Golkar itu sudah biasa mengarungi ombak yang besar, jadi pasti akan temukan solusinya sendiri. Entah apa pun solusinya, nanti akan ketemu sambil jalan," ujar Nusron di Hotel Pullman, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (19/7/2017).
Terkait adanya desakan munaslub yang berasal dari kalangan internal Golkar, Nusron menganggap hal tersebut adalah wajar. Sebab, di dalam Golkar ada banyak orang dengan berbagai latar belakang dan kepentingan di sana.
"Golkar faksinya banyak, orangnya plural dan majemuk. Dan beragam latar belakang dan kepentingan yang ada. Kalau kemudian di Golkar akibat ada kasus Pak SN (Setya Novanto) itu ada gejolak, itu hal lumrah dan biasa," kata Nusron.
Seperti diketahui, Novanto ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP. Novanto disangka melanggar Pasal 3 atau 2 ayat 1 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Dia terancam hukuman seumur hidup. Novanto juga memilih tetap menjadi Ketua DPR dan tidak mundur dari posisinya sebagai Ketum Golkar. (bis/elz)











































