DetikNews
Senin 17 Juli 2017, 21:06 WIB

Telegram Sarang Teroris, Menko Polhukam: Kita Ngeblok Aktivitas

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Telegram Sarang Teroris, Menko Polhukam: Kita Ngeblok Aktivitas Menko Polhukam Wiranto (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Menko Polhukam Wiranto menegaskan pemblokiran laman Telegram di Indonesia karena punya banyak bahaya terorisme di dalamnya. Langkah ini untuk melindungi masyarakat dari paham radikalisme.

"Sekarang begini, tidak ada pemblokiran, tetapi bahaya pengaruh terorisme terus meluas, atau kita dengan memblokir tetapi sementara ini kita bisa ngeblok aktivitas mereka," ujar Wiranto seusai acara HUT ke-7 BNPT di Sentul, Bogor, Senin (17/7/2017).


Wiranto meminta masyarakat tidak melihat pemblokiran Telegram Indonesia secara sepotong-potong. Terlebih dengan anggapan pemerintah yang dinilai cari kerjaan.

"Kalau pemerintah mau enak, ya sudah, diam saja, nggak usah cari masalah. Kita kerja tenang saja. Hari-hari masuk kantor, pulang kantor nggak ada masalah, itu bisa. Tapi tanggung jawab pemerintah bagaimana, terhadap misi segenap tumpah darah Indonesia ada di situ. Ini melindungi," paparnya.


Wiranto meminta polemik pemblokiran Telegram Indonesia tidak dibesar-besarkan. Menurutnya, yang dilakukan pemerintah Jokowi-JK untuk kemaslahatan masyarakat.

"Pemerintah bukan cari sensasi, cari usil, cari kerja, ya nggak. Ini mohon diketahui, ya. Kalau pemerintah (lakukan) apa-apa (dan) buru-buru ditentang, dikecam, tetapi selalu mencari jalan keluarnya," pungkasnya.
(edo/jbr)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed