DetikNews
Senin 17 Juli 2017, 21:00 WIB

Balada Novanto: Orang Kuat yang Dipuji Trump, Kini Tersangka KPK

Fajar Pratama - detikNews
Balada Novanto: Orang Kuat yang Dipuji Trump, Kini Tersangka KPK Setya Novanto dan Trump (Lucas Jackson/Reuters)
FOKUS BERITA: Setya Novanto Ditahan
Jakarta - Setya Novanto memiliki lika-liku perjalanan hidup yang naik-turun. Sempat begitu dipuji oleh Donald Trump--pria yang kini menjadi Presiden Amerika Serikat--kini dia menjadi tersangka di KPK.

Karier politik Novanto di Golkar bisa dibilang terus menanjak. Pada 1998, Novanto masuk jajaran elite Golkar sebagai Wakil Bendahara Golkar. Di beberapa pergantian Ketum Golkar, Novanto terus mengisi posisi bendahara hingga pada 2010 Novanto diangkat Aburizal Bakrie menjadi Bendahara Umum Golkar.

Posisinya di DPR juga menanjak. Pada 1998 dia masuk jajaran elite parpol dengan melesat menjadi Wakil Bendahara Golkar. Beberapa kali pergantian kepengurusan Golkar, Novanto tetap akrab dengan posisi bendahara.

Hingga akhirnya, pada tahun 2010, oleh Aburizal Bakrie (Ical), yang baru saja terpilih menjadi ketum saat itu, Novanto diangkat jadi Bendahara Umum. Tak hanya itu, Novanto juga ditunjuk memimpin Fraksi Golkar DPR.

[Gambas:Video 20detik]

Perjalanan karier Novanto tetap mulus hingga akhirnya DPP Golkar dilanda perpecahan. Posisi Novanto, yang setia bersama Ical, naik lagi. Dia diangkat menjadi Wakil Ketua Umum DPP Golkar hasil Munas Bali. Karier politik Novanto berada di puncak ketika dia berhasil menduduki kursi Ketua DPR di pengujung 2014.

Melihat sosok Novanto, Trump, yang saat itu tengah berkampanye untuk menjadi Presiden AS, memuji sosok DPR 1 tersebut. Pernyataan itu disampaikan Trump di Trump Tower, New York, Kamis (3/9/2015). Kala itu Novanto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon berkunjung ke Trump Tower.

Dalam acara itu, Trump mengenalkan Novanto kepada para pendukungnya. Novanto dikenalkan sebagai salah satu orang paling kuat di Indonesia.

"Ketua DPR Indonesia datang untuk bertemu dengan saya. Setya Novanto, salah satu orang paling kuat di Indonesia. Pria hebat," kata Trump seperti dikutip detikcom dari Business Insider.

Novanto datang mendekati mimbar dan menyalami Trump.

"Apakah masyarakat Indonesia menyukai saya," tanya Trump ke Novanto.

"Yes, highly," jawab politikus Golkar itu.

"Terima kasih banyak," tanggap Trump sambil tersenyum.

Kurang dari dua tahun berselang, Novanto, yang dianggap sebagai orang kuat oleh Trump, 'jatuh'. Dia ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait kasus e-KTP yang merugikan negara Rp 2,3 triliun tersebut.

Tak lama setelah penetapan Novanto itu, posisinya sebagai Ketum Golkar pun digoyang. Dewan Pertimbangan Golkar mendorong untuk digelar munaslub, yang bisa berujung pada pergantian Golkar 1.
(fjp/fjp)
FOKUS BERITA: Setya Novanto Ditahan
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed