Kapolri: Bila Ketemu WNA yang Koordinir Sabu, Tembak Mati Saja

Kapolri: Bila Ketemu WNA yang Koordinir Sabu, Tembak Mati Saja

Andhika Prasetia - detikNews
Senin, 17 Jul 2017 16:30 WIB
Kapolri: Bila Ketemu WNA yang Koordinir Sabu, Tembak Mati Saja
Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Andhika/detikcom)
Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian akan melapor kepada Presiden Joko Widodo soal penyelundupan 1 ton sabu di Anyer, Banten. Polri juga akan menyampaikan langkah pencegahan supaya peredaran narkotika dari luar negeri tidak masuk ke Indonesia.

"Nanti saya akan melapor juga ke Presiden, menghadap beliau, nanti kepada Menko Polhukam saya laporkan bagaimana menghadapi fakta seperti ini karena ini menjadi bahan evaluasi agar jangan sampai tembus," ujar Tito di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (17/7/2017).

Untuk mencegah peredaran narkotika, Polri akan melakukan penindakan keras kepada pengedar. Tito menginstruksikan jajarannya untuk mengekspos pengedar yang ditembak mati supaya ada efek jera.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi jangan dijejerin mayatnya seperti habis berburu hewan. Ekspos depan RS. Kenapa, kita termasuk yang agak lemah menurut saya, kita negara besar, penduduk middle class membesar, jadi market yang sangat luar biasa," tutur Tito.

Tito kemudian membandingkan soal penindakan pengedar narkotika di Indonesia yang belum menimbulkan efek jera dengan negara tetangga. Untuk mengevaluasi hal tersebut, Tito memerintahkan jajarannya menembak mati pengedar narkotika dari luar negeri yang masuk ke Indonesia.

"Kalau 'jantungnya' kena, 'jantungnya' tertembak mati, satu network akan lumpuh. Oleh karena itu, apalagi kalau 'jantungnya' adalah WNA. Di pikiran kita, mereka ingin menghancurkan negara kita. Kalau sudah begitu, saya perintahkan pada jajaran ketemu WNA bandar, dia yang mengkoordinir masuknya ke Indonesia, tembak mati saja," tuturnya. (dkp/idh)


Berita Terkait