DetikNews
Minggu 16 Juli 2017, 15:08 WIB

Kasus Bully Mahasiswa Berkebutuhan Khusus Jadi Evaluasi Gunadarma

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Kasus Bully Mahasiswa Berkebutuhan Khusus Jadi Evaluasi Gunadarma Foto: Salah satu penggalan video bully terhadap mahasiswa berkebutuhan khusus. Gambar diedit untuk perlindungan terhadap korban. Istimewa
Jakarta - Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Gunadarma Irwan Bastian menyebut prestasi mahasiswa berkebutuhan khusus yang jadi korban di-bully sama baiknya dengan mahasiswa lain. Bahkan si mahasiswa lulus penerimaan calon mahasiswa melalui jalur akademik normal.

"Secara khusus mereka masuk melalui tes masuk akademik normal dan yang bersangkutan juga dinyatakan lulus. Saya memantau nilai kuliahnya juga sama dengan mahasiswa yang lain, walaupun memang yang bersangkutan punya keistimewaan," ucap Irwan saat dihubungi detikcom, Minggu (16/7/2017).

Saksikan video 20detik mengenai Video Aksi Bully Mahasiswa Berkebutuhan Khusus di sini:


"Kita akan evaluasi dari kejadian ini untuk treatmen ke depannya," imbuhnya.

Baca Juga: Kampus Gunadarma Usut Bully pada Mahasiswa Berkebutuhan Khusus

Irwan menambahkan Universitas Gunadarma selalu memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk berkuliah, sekalipun si mahasiswa memiliki kebutuhan khusus. Dirinya menambahkan si mahasiswa berkebutuhan khusus saat ini sudah memasuki semester 3 di fakultasnya.

"Kami punya niat baik untuk memberikan kesempatan bagi siapapun untuk bisa kuliah di Gunadarma selama memenuhi syarat masuk test akademiknya. Selain itu yang bersangkutan juga telah memenuhi syarat, jadi kenapa tidak kita kasih kesempatan yang sama untuk bisa mengambil pendidikan yang lebih tinggi," jelasnya.

"Sekarang dia masuk semester 3," imbuh Irwan singkat.

Baca Juga: Gunadarma Kantongi Nama Pelaku Bully Mahasiswa Berkebutuhan Khusus

Dalam video viral 'lmparan tong sampah maut' yang beredar luas di media sosial. Salah seorang mahasiswa berkebutuhan khusus tengah diganggu oleh beberapa mahasiswa lain dengan menarik-narik tas punggung yang dipakainya hingga sulit berjalan.

Adapun mahasiswa lain yang berada di depannya mendorong ke arah belakang. Di sekitar korban juga ada mahasiwa yang bersorak dan bertepuk tangan.


(adf/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed