"Propam (Polda Sumatera Utara) dan tim sedang melakukan pemeriksaan di Simalungun," kata Kapolda Sumatera Utara Irjen Paulus Waterpauw kepada detikcom, Jumat (14/7/2017).
Paulus belum menentukan sanksi apapun. Namun, Marudut segera dites urine.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Paulus, saat ini sudah ada 5 orang saksi yang diperiksa. "Saksi sudah lima orang yakni bartender, manager, waitress dan dua orang lain yang kumpul di situ," kata Paulus.
Sebelumnya, Liberty membantah terkait video itu. Pria bernama Bobby Purba yang ada di dalam rekaman tersebut, kata Liberty, adalah teman kecilnya. Bobby saat itu datang bersama temannya dari Jakarta.
Pertemuan dengan Bobby itu terjadi di sebuah tempat hiburan malam di Simpang Dua, Simalungun, Sumatera Utara. Liberty saat itu datang ke lokasi pada Kamis (12/7) sekitar pukul 01.45 WIB dengan ditemani ajudannya.
"Mereka itu di situ sudah dari jam 4 sore, saya datang jam satu lewat empat lima (menit). Saya jemput mereka biar ke hotel," kata Liberty.
Liberty mengaku tidak meminum minuman keras. Dia bahkan meminta temannya berhenti minum dan mengajaknya pulang.
"Saya minum Aqua, mereka minum Chivas. Mereka saya ajak supaya jangan minum lagi," katanya.
Dia juga menepis kabar yang beredar bahwa Bobby disebut-sebut kritis di rumah sakit setelah dicekoki miras. Menurut Liberty, kondisi Bobby baik. Bahkan Bobby dan dirinya menggelar konferensi pers dengan wartawan lokal untuk mengklarifikasi pemberitaan tersebut.
"Kalau dibilang masuk RS nggak mungkin, hanya berapa jam sudah sembuh, bohong itu. Orang kita jam 12 siang itu press release, ada Bobby juga di situ," tuturnya.
Soal video yang beredar, Liberty menduga ada pihak-pihak yang ingin menjatuhkan namanya. Liberty sudah memberikan klarifikasi kepada Polda Sumatera Utara. (dhn/dhn)











































