"Bisa mengusung calon (kader) sendiri. Juga bisa orang lain yang bisa didemokratkan (menjadi kader Demokrat)," kata Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Soekarwo kepada wartawan setelah menerima kunjungan Duta Besar Turki di Indonesia di gedung negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Kamis (13/7/2017).
Soekarwo, yang juga Gubernur Jawa Timur, mengatakan dirinya dan Gus Ipul (Wagub Jatim) sudah bergandengan memimpin selama dua periode. Secara pribadi, dirinya mendukung Gus Ipul menjadi calon gubernur. Namun, di organisasi kepartaian, ada aturan yang harus harus dijalaninya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat dalam menentukan calon gubernur akan melihat hasil survei elektabilitas dari calon tersebut. Jika hasil survei calon itu tinggi, hal tersebut akan menjadi pertimbangan Majelis Tinggi Demokrat untuk merekomendasikannya.
"Keputusan Majelis Tinggi berdasarkan survei. Surveinya yang layak mana, itu yang akan dipilih," tuturnya.
Jika survei dari kader internal angkanya sama dengan calon di luar kader, kata Soekarwo, yang dipilih adalah kader sendiri. Kader sendiri yang akan lebih diutamakan.
"Kalau elektabilitasnya sama, yang dipilih internal. Kalau masih jauh selisihnya, yang dipilih adalah yang tertinggi," sebut Soekarwo.
DPD Partai Demokrat Jawa Timur membuka pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur di Pilgub Jatim 2018 pada 12-31 Juli 2017. Pada hari pertama pendaftaran, Wakil Ketua DPP Demokrat Nurhayati Ali Assegaf mendaftar sebagai calon gubernur di kantor DPD PD Jatim, Jalan Kertajaya, Surabaya, Rabu (12/7).
Sebelum ada pembukaan pendaftaran, Gus Ipul, yang diantar pengurus PKB Jatim, mendatangi dan bertemu dengan pengurus DPD PD Jatim di kantor DPD, pada awal Juni lalu. Dalam pertemuan itu, Gus Ipul meminta restu agar bisa menjadi calon gubernur yang didukung Demokrat.
"Pendaftaran memang secara resmi dibuka pada 12 Juli. Gus Ipul waktu ke sini juga sudah sudah dicatat mendaftar calon gubernur dari Demokrat," kata Maskur, Ketua Desk Pilkada DPD Partai Demokrat Jawa Timur. (roi/elz)











































