DetikNews
Selasa 11 Juli 2017, 13:19 WIB

Pengacara Hary Tanoe: SMS ke Jaksa Tak Diperiksa Digital Forensik

Yulida Medistiara - detikNews
Pengacara Hary Tanoe: SMS ke Jaksa Tak Diperiksa Digital Forensik Hary Tanoe (Foto: Ari Saputra/detikcom)
FOKUS BERITA: Hary Tanoe Tersangka
Jakarta - Pengacara Hary Tanoesoedibjo alias Hary Tanoe, Munathsir Mustaman, menyebut adanya kejanggalan dalam proses penyidikan kasus sms atau pesan singkat yang diduga berisi ancaman terhadap jaksa Yulianto. Menurut Munathsir, pemeriksaan digital forensik tidak dilakukan terhadap sms tersebut.

"Kita lihat juga dalam penerapan alat bukti dalam kasus ini tidak ada digital forensik yang dilakukan terhadap alat bukti yang ada. Prosedur ITE (informasi dan transaksi elektronik) memang harus ada digital forensik. Dalam kasus ini kami belum melihat itu," kata Munathsir sebelum sidang lanjutan praperadilan dimulai di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa (11/7/2017).


"Yang ada, yang kami lihat di jawaban kemarin, hanya capture dari sms atau WA (WhatsApp) yang dikirimkan kepada saudara Yulianto," sambung Munathsir.

Sidang praperadilan yang diajukan Hary Tanoe itu sendiri sebelumnya direncanakan pada pagi hari. Namun, jadwalnya diubah menjadi pukul 13.00 WIB.


Seperti diketahui, Hary Tanoe melalui kuasa hukumnya mengajukan permohonan praperadilan untuk menggugurkan status tersangkanya. Dia meminta majelis hakim menerima permohonannya karena penyidikan yang dilakukan Polri diduga menyalahi aturan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Munatsir menyebut proses penyidikan perkara kasus sms ancaman menyalahi Pasal 109 KUHAP. Dalam pasal itu, menurut Munatsir, disebutkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) harus dikirim kepada terlapor dan pelapor dalam kurun waktu 7 hari. Namun kenyataannya, sambung Munatsir, SPDP baru dikirim 47 hari kemudian.


Hary Tanoe menjadi tersangka karena SMS yang dikirim ke jaksa Yulianto disangkakan mengandung unsur ancaman. Polisi menjerat Hary Tanoe dengan Pasal 29 UU Nomor 11/2008 tentang ITE jo pasal 45B UU Nomor 19/2016 tentang Perubahan UU ITE Nomor 11/2008. Ancaman pidana penjaranya 4 tahun.
(yld/dhn)
FOKUS BERITA: Hary Tanoe Tersangka
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed