Dalam keterangan tertulis dari Pemkot Semarang, Selasa (11/7/2017), Hendrar meninjau proyek tersebut. Dari hasil evaluasi juga ditemukan adanya kendala terkait pembebasan lahan.
Dari total 52 rumah yang akan dibebaskan pada anggaran perubahan, masih ada beberapa yang enggan dibebaskan. Untuk itu, Hendrar meminta kontraktor mendata dan akan segera ditindaklanjuti dengan pendekatan langsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia optimistis proyek ini terealisasi mengingat manfaat yang sangat besar untuk masyarakat dan nelayan. Tak hanya mengentaskan kawasan dari kekumuhan, proyek Kampung Bahari ini juga akan memberikan akses yang jauh lebih nyaman dan bagus bagi warga serta nelayan.
Antara lain akses jalan yang semula hanya 5 meter akan dibeton dan dilebarkan hingga 20 meter serta rehabilitasi pasar dan tempat pelelangan ikan. Proyek Kampung Bahari ini direncanakan rampung dalam 2 tahun anggaran.
Baca Juga: Kota Semarang akan Miliki Kampung Bahari di Pinggir Laut
Saat menemui kontraktor, wali kota yang akrab disapa Hendi ini memastikan ketepatan waktu agar proyek Kampung Bahari dapat terselesaikan sesuai kontrak, yakni pada Oktober tahun ini. Dari hasil evaluasi, ditemui pula kendala sosial di mana jalur menuju lokasi pembangunan banyak dipakai untuk hajatan warga.
Menanggapi hal ini, Hendrar meminta adanya komunikasi yang lebih intensif antara kontraktor, lurah, camat, serta masyarakat.
Proyek pembangunan Kampung Bahari ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan warga sekitar serta mampu menjadi solusi bagi penataan kawasan kumuh sehingga memberi kenyamanan bagi warga masyarakat. Selain itu, nantinya perahu nelayan akan diberi kemudahan akses sehingga dapat parkir di dekat rumah warga atau perkampungan masing-masing. (nwy/ega)











































