DetikNews
Rabu 05 Juli 2017, 22:47 WIB

Jurus Gubernur Alex Noerdin Kelola Lingkungan Hidup di Sumsel

Mega Putra Ratya - detikNews
Jurus Gubernur Alex Noerdin Kelola Lingkungan Hidup di Sumsel Foto: Dok Panitia Bonn Challenge
Jakarta - Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin memaparkan jurusnya dalam mengelola lingkungan hidup. Salah satunya dengan menggelar the 1st Asia Bonn Challenge High Level Meeting pada Mei 2017 lalu.

"Bonn Challenge menjadi suatu potensi untuk memulai networking, membangun kolaborasi, dan mengembangkan kesempatan untuk mendukung komitmen Sumsel dalam mencapai pertumbuhan hijau. Selain itu ditujukan juga sebagai langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan guna suksesnya Asian Games 2018," terang Alex Noerdin dalam keterangan tertulis, Rabu (5/7/2017).

Alex menyampaikan hal itu dalam penilaian penghargaan Nirwasita Tantra 2017 di Gedung Rimbawan II Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jakarta. Pada tingkat Provinsi, Sumatera Selatan hadir bersama Kalimantan Timur, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, dan Sumatera Barat.

Penilaian dimulai sejak awal Juni 2017 lalu. Tahapan dimulai dari dokumen kinerja pengelolaan lingkungan hidup lalu dilanjutkan presentasi dan wawancara di hadapan tim penilai dari KLHK.

Alex bertekad untuk tidak terjadi lagi kebakaran hutan dan lahan di Sumsel. Pemprov Sumsel juga berupaya bagaimana merestorasi kembali hingga mengembalikan fungsi hutan yang telah terbakar.

"Peluang restorasi sangat besar di Sumsel, melalui Bonn Challenge bukan bantuan berupa dana yang disalurkan melainkan upaya merestorasi hutan dan lahan. Langkah kongkret yang sudah kita lakukan dalam upaya restorasi hutan dan lahan di antaranya sudah menemukan metode dan jenis tanaman yang cocok," tuturnya.

Baca: Bonn Challenge di Sumsel, Bahas Kebakaran Lahan hingga Restorasi

Setelah penilaian, wawancara dan presentasi, selanjutnya akan ditentukan siapa yang berhak menjadi jawara. Hasil penilaian terhadap kinerja pemerintah daerah dalam pengelolaan lingkungan akan diumunkan pada 15 Juli, bertepatan peringatan hari lingkungan hidup.

Ada delapan provinsi dan delapan kota serta 12 kabupaten yang masuk tahapan wawancara. Sebelumnya sebanyak 24 provinsi, 40 kota dan 109 kabupaten yang mengikuti tahapan penilaian ini. Kaltim menjadi salah satu provinsi yang dinilai karena aktif dalam mendukung usaha penanggulangan perubahan iklim mulai perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan evaluasi.

Salah satu poin penilaian yakni komitmen kepala daerah yang mampu merumuskan dan menerapkan kebijakan dan program kerja berbasis pembangunan berkelanjutan. Hal itu untuk memperbaiki kualitas lingkungan hidup di daerahnya.

Selanjutnya berdasarkan atas dokumen Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD). Dokumen tersebut menyatakan kondisi, permasalahan, dan kebijakan dan atau program yang ditetapkan dan diterapkan oleh daerah.

Juara pertama Penghargaan Nirwasita Tantra mendapatkan piala bergilir yang dikompetisikan setiap tahun bagi seluruh daerah di seluruh Indonesia.
(ega/mpr)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed