DetikNews
Rabu 05 Juli 2017, 18:39 WIB

Pantau Pemungutan Suara di Buton, Akil Mochtar Minta Hotel Terbaik

Rina Atriana - detikNews
Pantau Pemungutan Suara di Buton, Akil Mochtar Minta Hotel Terbaik
Jakarta - Ketua MK Akil Mochtar sempat berkunjung ke Kabupaten Buton untuk memantau pemungutan suara ulang 2013 silam. Kala itu, Akil minta disediakan fasilitas hotel terbaik di Kota Bau-bau, Buton, Sulawesi Tenggara.

"Saya diperintahkan tolong mencarikan hotel terbaik di Bau-bau, mencarikan mobil rental paling bawah Innova, tolong booking hotel yang terbaik," kata Ketua KPUD Kabupaten Buton saat itu, La Rusuli, saat bersaksi untuk terdakwa Samsu Umar di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (5/7/2017).

La Rusuli kemudian ditanya kuasa hukum Samsu apakah tahu alasan Akil memantau pemungutan suara ulang tersebut. Rusuli menuturkan hal tersebut atas saran dari Biro Hukum KPU RI.

"Pada saat MK memutuskan melaksanakan pemungutan suara ulang 60 hari, saya didampingi KPU Provinsi, setelah mengikuti sidang ke MK, saya dan KPUD Provinsi bertemu KPU RI," ujar La Rusuli.

"Itu murni atas petunjuk Biro Hukum KPU RI. Dikatakan silakan kawan-kawan Buton melaksanakan perintah itu (putusan MK)," imbuhnya.

Menurut La Rusuli, Biro Hukum KPU meminta pihaknya untuk melayangkan suratnya ke MK terkait permintaan pemantauan oleh pihak MK. Akil disebutkan pergi ke Buton bersama panitera dan ajudannya.

La Rusuli juga ditanya apakah saat di Buton ada pihak yang bertemu dengan Akil, dijawab tidak ada.

"Pada saat di sana tak ada orang lain yang bertemu Akil Mochtar," tutur Rusuli.

Mantan Bupati Buton Samsu Umar didakwa menyuap mantan Ketua MK Akil Mochtar Rp 1 miliar terkait penanganan kasus sengketa pilkada Kabupaten Buton tahun 2011 silam. Kala itu Samsu Umar kalah di Pilkada dan mengajukan gugatan sengketa.

MK kemudian minta dilakukan pemungutan suara ulang. Hasilnya, Samsu Umar yang berpasangan dengan La Bakry mendapat perolehan suara terbanyak.

Jaksa mendakwa Samsu dengan Pasal 6 ayat 1 huruf a dan Pasal 13 Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Berikut daftar hukuman orang yang terserat kasus Akil Mochtar:

1. Akil Mochtar, dijatuhi penjara seumur hidup.
2. Gubernur Banten Ratu Atut, dihukum 7 tahun penjara.
3. Adik Atut, Tubagus Chaeri Wardana divonis 7 tahun penjara.
4. Pengacara Susi Tur Andayani, divonis 7 tahun penjara.
5. Bupati Gunung Mas, Hambit Bintih dihukum 4 tahun penjara.
6. Pengusaha Cornelis Nalau Antun dihukum 3 tahun penjara.
7. Pengacara Chairun Nisa, dihukum 4 tahun penjara
8. Wali Kota Palembang, Romi Herton dihukum 7 tahun penjara.
9. Istri Romi, Masyito dihukum 5 tahun penjara.
10. Bupati Empat Lawang, Budi Antoni Al-Jufri, dihukum 4 tahun penjara.
11. Istri Budi, Suzana, dihukum 4 tahun penjara.
12. Bupati Tapanuli Tengah, Bonaran Situmeang dihukum 4 tahun penjara.
13. Bekas calon Bupati Lebak, Amir Hamzah, dihukum 3,5 tahun penjara.
14. Bekas calon Wakil Bupati Lebak, Kasmin dihukum 3 tahun penjara.
15. Bupati Morotai, Rusli Sibua dihukum 4 tahun penjara.
16. Sopir Akil, Muhtar Ependy, dihukum 5 tahun penjara.
(rna/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed