Happy Ending PPP, Kusutnya PKB

Happy Ending PPP, Kusutnya PKB

- detikNews
Rabu, 04 Mei 2005 07:13 WIB
Jakarta - Bak kisah film Hollywood, perseteruan di tubuh partai berlambang ka'bah itu berakhir bahagia alias happy ending. Kubu yang pro status quo dan yang menuntut perubahan di tubuh PPP akhirnya mencapai titik temu. Pemecatan dicabut, dan tuntutan muktamar dipercepat ditarik.Penyelesaian yang menyenangkan semua pihak alias win-win solution ini dicapai dalam rapat Pengurus Harian Pusat (PHP) PPP di kantor DPP PPP, Jl. Diponegoro, Jakarta, Selasa (3/5/2005) kemarin. Pertemuan itu dihadiri para tokoh kedua kubu yang berseteru di PPP.Ketua umum PPP Hamzah Haz punya istilah khusus soal solusi yang kompromistis ini. Mantan Wapres RI ini menyebutnya sebagai kembali pada zero-zero. "Semuanya di antara yang satu dengan yang lainnya kembali pada zero-zero," katanya.Yang dimaksud zero-zero ini adalah kubu Hamzah mencabut semua surat-surat PHP PPP yang berkaitan dengan pemberhentian sementara pengurus-pengurus wilayah dan pengurus cabang PPP karena menghadiri forum Silatnas PPP. Juga, mencabut semua surat peringatan terkait kasus yang sama. Sebaliknya, kubu pembaharuan dan perubahan setuju menghentikan pendudukan atau pengambilalihan kantor DPP PPP. Mereka juga setuju wacana muktamar luar biasa atau dipercepat tetap harus tunduk pada AD/ART. Artinya, usulannya harus melalui jenjang dari ranting sampai wilayah. PKB MeruncingHal yang sebaliknya terjadi di partainya warga nahdliyin. Perseteruan antara DPP PKB hasil Muktamar II di Semarang dengan dua tokoh partai yang masih merasa sebagai ketua umum dan sekretaris jenderal yang sah, yakni Alwi Shihab dan Saifullah Yusuf, justru kian kencang.Yang terbaru, Alwi-Saifullah menggelar pertemuan dengan para kiai PKB se-Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Pondok Pesantren Al Munawwir, Krapyak Sewon, Bantul,Yogyakarta, Selasa (3/5/2005).Tujuan pertemuan, tak lain dan tak bukan, menggalang dukungan dari mereka. Hasil pertemuan:n mendukung keputusan Forum Kiai Langitan untuk mengembalikan posisi Alwi dan Saifullah sebagai Ketua Umum dan Sekjen DPP PKB.Melihat gerakan Alwi-Saifullah yang mencoba mempertahankan dan memperluas eksistensinya di PKB ini Ketua Dewan Syuro PKB Gus Dur tak tinggal diam. Untuk menghadangnya Gus Dur berencana melakukan road show ke DPC PKB se-Jawa.Kunjungan ke Jawa Timur sudah dilakukan, Jawa Tengah akan disambangi Senin lusa. Sementara kunjungannya ke Jawa Barat direncanakan pada Juni mendatang. Daerah-daerah yang sudah pasti akan dikunjungi antara lain Priangan, Ciamis, Cirebon, Karawang, Bogor, dan Banten."Nanti yang datang adalah Ketua Dewan Syuro dan Ketua Dewan Tanfidz. Ini murni pengurus DPC, bukan seperti pertemuan yang dilakukan kelompok lain. Itu kan hanya staf yang datang," tukas Gus Dur.Melihat tanda-tanda ini tampaknya konflik di PKB belum akan segera berakhir. Jika benar begitu, ada baiknya kedua kubu yang berseteru mendengar saran dari Akbar Tandjung, mantan Ketua umum Partai Golkar yang baru saja meluncurkan lembaga studi bernama Akbar Tandjung Institute.Menurut Akbar, yang ditemui wartawan pada acara peluncuran lembaga think tank-nya di sebuah hotel di Jakarta, Selasa (3/5/2005) malam, para pemimpin parpol harus menyudahi konflik. Sebab kalau konflik itu terus diperpanjang ancaman delegitimasi rakyat terhadap parpol akan terbukti.Akbar kemudian mencontohkan dirinya sendiri. Kekalahannya dalam pemilihan Ketua umum Golkar sebenarnya bisadi jadikan alasan memperpanjang konflik di Golkar, Namun demi mengawal proses demokrasi agar sesuai dengan relnya, Akbar rela mematuhi aturan main yang ada."Dalam setiap pemilihan ketua umum parpol selalu terjadi konflik. Namun hormati lah mekanisme penyelesaian konflik yang ada. Sebenarnya saya pun punya alasan kalau mau, tapi saya hormati mekanisme parpol, mekanisme institusi," paparnya.Nah, bagaimana mekanisme penyelesaian konflik di PKB? (gtp/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads