"Kita tidak boleh paranoid, tetapi tidak boleh underestimate, menganggap enteng. 'Ah nggaklah. saya juga nggak mungkin kena gitu', nggak boleh begitu," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di kantornya, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (3/7/2017).
Guna menghindari serangan teror, menurut Setyo, anggota Polri tidak boleh melakukan penjagaan seorang diri. Jajaran Polri diingatkan mengenai SOP ini melalui telegram rahasia (TR).
"Contoh misalnya SOP-nya dalam penjagaan itu tidak boleh sendiri-sendiri, tetapi kadang-kadang temen-temen, 'Ah karena temennya masih ada kegiatan, saya sendiri aja', nggak boleh. Kita mengingatkan kembali agar SOP itu dilaksanakan dengan taat asas, dengan tertib disiplin," ucap Setyo.
Mengenai adanya polisi yang menjadi korban aksi teror, Setyo menyebut hal itu terjadi karena pola serangan yang tidak terdeteksi.
"Masalahnya begini, saya ini pakaian dinas, kemudian kalau mereka menyerang ada di mana-mana, nah ini kan kita nggak tahu. Mereka tahu kita, kita nggak tahu dia," kata Setyo. (brt/fdn)











































