detikcom menelusuri alamat yang tertera pada KTP itu, Sabtu (1/7/2017). Seorang mantan ketua RT setempat, Sjafri, menyebut ada 5 nama Mulyadi di lingkungannya.
"Saya kenal warga nama 'Mulyadi' di sini. Di RW ini sekitar 5 orang nama 'Mulyadi', dari RT 11 sampai 13, dan itu rata-rata sudah tua semua. Mungkin kalau KTP pelaku itu dulu bikinnya kan gampang langsung ke kecamatan. Nah, kalau sekarang bikin KTP kan susah karena sudah masuk ke catatan sipil dan mungkin itu KTP-nya salah menurut saya," tutur Sjafri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada KTP yang ditemukan polisi dari pelaku penusukan, memang tertulis bahwa 'Mulyadi' lahir di Lasi. Namun Sjafri semakin yakin bahwa pelaku bukanlah warga setempat.
"Kalau nama 'Mulyadi' di sini rata-rata ya saya kenal. Tapi kalau yang lahir di Lasi kayak KTP pelaku itu saya nggak kenal," tutur Sjafri.
Dia juga mengaku tak pernah melihat wajah pelaku di lingkungannya. Dia hanya berspekulasi bahwa bisa jadi pelaku hanya menyewa rumah sehingga warga banyak yang tak kenal.
"Kalau pelaku yang semalam itu saya yakin pendatang karena saya nggak kenal dan di KTP-nya kelahirannya bukan Bekasi," ujar Sjafri. (bag/tor)











































