Abaikan Penculik, Pasukan Australia Akan Terus di Irak
Selasa, 03 Mei 2005 11:25 WIB
Jakarta - Pemerintah Australia kembali menegaskan bahwa pasukannya tidak akan ditarik mundur dari Irak. Pernyataan ini sebagai penolakan atas tuntutan kelompok bersenjata di Irak yang menyandera seorang warga Australia.Douglas Wood, tawanan tersebut, memohon pemerintah Australia untuk menyelamatkan nyawanya dengan menarik pasukan Australia dari Irak. Sandera tersebut menyampaikan hal tersebut dalam rekaman video yang dikirimkan penculik."Mohon tolong saya. Saya tidak ingin mati," tukas Wood. "Presiden (George W.) Bush dan Perdana Menteri (John) Howard, bawa pasukan keluar dari sini dan biarkan Irak mengurus dirinya sendiri," pinta pria berusia 63 tahun itu.Namun Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Alexander Downer menegaskan bahwa pasukan tidak akan dipulangkan dari Irak. "Kami tidak menarik pasukan kami," ujar Downer kepada Australian Broadcasting Corp, Selasa (3/5/2005).Sebelumnya, PM Howard juga telah menyatakan bahwa pihaknya tidak akan bernegosiasi dengan para teroris yang menculik warganya itu. Namun dikatakannya, bahwa ia telah membentuk unit khusus untuk mengupayakan pembebasan sandera.Saat ini Australia menempatkan sekitar 1.300 pasukannya di Irak untuk mendukung invasi pimpinan AS ke negeri bekas rezim Saddam Hussein itu. Pada Februari lalu, pemerintah Australia mengumumkan rencananya untuk mengirimkan sebanyak 450 tambahan tentara ke Irak. Alasannya, pasukan itu dibutuhkan di Irak untuk membangun kembali negeri itu.
(ita/)











































