detikNews
Selasa 27 Juni 2017, 19:20 WIB

Melihat Serunya Warga Bermain Layang-layang di Taman Waduk Pluit

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Melihat Serunya Warga Bermain Layang-layang di Taman Waduk Pluit Keseruan warga bermain layang-layang di Taman Waduk Pluit. (Nur Indah/detikcom)
Jakarta - Taman Waduk Pluit jadi alternatif hiburan warga berlibur dan melepas penat. Banyak warga yang asyik bermain layang-layang di taman tersebut.

Dari pantauan di Taman Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (27/6/2017), belasan layangan tampak membubung di udara. Semilir angin dari waduk cocok menerbangkan layangan, apalagi didukung tanah lapang yang cukup luas.

Terlihat seorang ayah mendampingi anaknya bermain layang-layang yang terbang cukup tinggi. Apit, warga Tambora, mengakui susah menemukan tempat lapang di Jakarta.

"Baru kali ini anak saya main layangan. Tadi yang nerbangin saya. Kalau di permukiman kan sudah nggak bisa main layangan, banyak kabel. Dulu waktu kecil saya tukangnya main layangan," ujar Apit.

"Seru, baru pertama," timpal anak Apit, Real.

Melihat Serunya Warga Bermain Layang-layang di Taman Waduk PluitKeseruan warga bermain layang-layang di Taman Waduk Pluit. (Nur Indah/detikcom)

Apit memang berniat ke Waduk Pluit karena mendengar cerita taman ini cocok untuk bermain anak. Liburan keluarga hari ini ia habiskan di sini.

Lain cerita dengan Edwin. Warga Grogol ini mulanya berniat ke RPTRA Kalijodo. Namun, karena penuh, ia banting setir ke Taman Waduk Pluit.

"Tadi sempat ke Kalijodo, cuma penuh, makanya terus ke sini," ujar Edwin.

Melihat Serunya Warga Bermain Layang-layang di Taman Waduk PluitLayang-layang membubung di langit Taman Waduk Pluit. (Nur Indah/detikcom)

Ia juga berkata menemani anaknya yang berusia 3 tahun bermain layang-layang. Kebetulan ada penjual layang-layang yang menjajakan dagangannya.

"Pas ke sini saja. Lihat ada yang jual layangan, makanya beli. Sering lewat sini juga sih, jadi bukan pertama kali. Nemenin anak main, tapi saya ikut juga," katanya.

"Dulu masih kumuh sih ya. Setahu saya, dulu nggak ada taman sebesar ini. Tapi sekarang baguslah," imbuhnya.

Melihat Serunya Warga Bermain Layang-layang di Taman Waduk PluitKeseruan warga bermain layang-layang di Taman Waduk Pluit (Nur Indah/detikcom)

Penjual layang-layang, Dede, mengaku hari ini pengunjung memang ramai. Meski banyak yang bermain layangan, pendapatannya belum sesuai harapan.

"Kalau kemarin lebih sepi. Hari ini sudah 50 lebih yang kejual. Kalau ramai tuh hari Minggu, biasanya bisa sampai 100, 150. Besok mungkin ramai. Warga kan sudah banyak balik ke Jakarta tuh," ungkap Dede, yang berdomisili di Pejagalan.

Ia menjual dua jenis layang-layang. Yang berukuran kecil dibanderol Rp 5.000 per buah, sementara yang besar Rp 10 ribu per buah. Asal bisa membawa pulang Rp 500 ribu, setidaknya ia sudah mendapatkan keuntungan Rp 350 ribu. Dede biasanya hanya berjualan Sabtu dan Minggu di Taman Waduk Pluit ini, namun saat momen Lebaran, ia berjualan dua minggu penuh hingga akhir pekan ini.

"Ramai itu kalau banyak yang bawa anak-anak. Kalau cuma pacaran atau suami-istri gitu, sepi yang beli. Ini anginnya juga lagi bagus dari waduk. Kalau ada angin laut, kencang, malah rusak layangan," urainya.



Hanya, Dede mengeluhkan dagangannya tak terlalu laku semenjak jumlah pengunjung berkurang. Menurutnya, sejak ada RPTRA Kalijodo, pengunjung terbagi.

"Dulu tuh ramai, ke sini semua. Tapi pas ada Kalijodo bagus juga, itu orang jadi terbagi dua, ke sana dan ke sini. Tapi pas liburan sama ramainya," tutup Dede.
(nif/ams)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com