Dirjen Bina Marga: Tol Darurat akan Ditutup Usai Musim Mudik 2017

Dirjen Bina Marga: Tol Darurat akan Ditutup Usai Musim Mudik 2017

Aditya Mardiastuti - detikNews
Kamis, 22 Jun 2017 00:07 WIB
Dirjen Bina Marga: Tol Darurat akan Ditutup Usai Musim Mudik 2017
Tol darurat (Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom)
Batang - Tol darurat yang menghubungkan Brebes Exit (Brexit) menuju Nganjuk ditutup pada malam hari karena kondisi gelap dan tanpa pagar pembatas. Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto menyebut jalur itu memang hanya dibuat sebagai alternatif jalur mudik.

"Setelah lebaran operasional masih lama. Ini dibuat jalur khusus mudik, " kata Arie saat di exit tol Gringsing, Jawa Tengah, Rabu (21/6/2017).

Pihaknya menyebut jalur itu sebagai alternatif antisipasi macet di jalur Pantura. Sehingga tol darurat itu terpaksa dibuka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita servis khusus, alternatif kalau di Pantura terjadi kemacetan," terangnya.

Arie menyebut setelah musim mudik berakhir, jalur tersebut akan kembali ditutup. Rencananya tol darurat itu akan mulai beroperasi 2018.

"Setelah (arus balik) itu akan kita kerjakan lagi. Ini kan sebagian besar kan kerja belum di ketinggian level yang seyogyanya, makanya nantinya akan ditinggikan lagi. Operasionalnya target 2018," jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, Ari mengimbau pemudik yang melalui tol darurat itu untuk mematuhi rambu-rambu yang sudah disediakan. Sehingga pemudik bisa selamat sampai di tempat tujuan.

"Asal mereka patuh nggak lebih dari 40 Km/jam. Jalan bagus itu kan dia pemaaf. Kalau lalai itu akan kembali lagi, karena ini jalur darurat lalai lewat. Harus hati-hati betul. Kalau memang di Pantura macet akan di spotlight tandanya lebih banyak," paparnya.

Minimnya penerangan, dan kondisi jalan yang bergelombang membuat jalan ini ditutup mulai pukul 18.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB. Waktu penutupan itu akan digunakan Arie untuk membenahi ruas jalan yang dikeluhkan pemudik.

"Tadi diputuskan hanya (dibuka) siang hari setiap malam kita benahi yang parah-parah kita perbaiki. Yang membahayakan. Penyiraman akan kita perbanyak," paparnya.

Arie menjelaskan penyiraman dilakukan untuk meminimalisir debu yang beterbangan. Namun, dia akan fokus memperbaiki jalan yang terkelupas.

"Yang terkelupas akan windows of time sempit sekali. Asal debu tidak banyak tidak terlalu menganggu itu yang kami upayakan, rambu berhati-hati. Pengguna waspada, hati-hati, dipatuhi jangan lebih dari 40 Km/jam," pesan Arie. (adf/rvk)


Berita Terkait