detikNews
Rabu 21 Juni 2017, 14:55 WIB

Viral Video Jemaah Salat 'Joget' dan Tradisi Ratik Tagak di Minang

Niken Purnamasari - detikNews
Viral Video Jemaah Salat Joget dan Tradisi Ratik Tagak di Minang Viral video jemaah 'joget' dan tradisi Ratik Tagak di Minang. (Screenshot video di Facebook)
Jakarta - Media sosial dihebohkan oleh video mengenai gerakan jemaah di masjid seperti orang sedang bergoyang. Ada seorang netizen yang menepis tuduhan liar yang dialamatkan kepada orang-orang di video itu. Sebenarnya apa kegiatan tersebut?

Dalam video yang beredar, tampak jemaah masih mengenakan peralatan salat lengkap, namun tidak diketahui apakah gerakan goyangan tersebut dilakukan saat akan menunaikan atau selepas salat.

Aksi itu direkam lewat video dan disebarluaskan melalui Facebook. Banyak netizen yang berkomentar negatif tentang apa yang dilakukan oleh jemaah tersebut. Netizen menganggap tidak sepatutnya mereka melakukan hal itu di masjid. Sebagian lagi ada yang mengira itu ajaran sesat.

Merebaknya video tersebut akhirnya memunculkan pendapat dari seorang netizen di Facebook, Jefri Nofendi. Ia menjelaskan bahwa gerakan goyang itu dilakukan selepas salat. Ia menekankan apa yang dilakukan oleh jemaah di masjid tersebut adalah salah satu tradisi budaya dari Minang bernama Ratik Tagak.

"Dalam video itu bukan sedang melaksanakan salat, melainkan sebuah gerakan di luar salat dan saat seluruh kegiatan tarawih, zikir, dan doa selesai dilaksanakan. Gerakan itu disebut 'Ratik Tagak'. Sebagai putra Minang, aku akan membantah tuduhan fitnah keji yang dituduhkan kepada sanak famili ninik mamak yang dianggap sesat karena melakukan Ratik Tagak," tulis Jefri dalam akun Facebook-nya, seperti dilihat detikcom pada Rabu (21/6/2017).

Viral Video Jamaah 'Joget' dan Tradisi Ratik Tagak di Minang.Viral video jemaah 'joget' dan tradisi Ratik Tagak di Minang. (Screenshot video di Facebook)


Jefri menjelaskan biasanya Ratik Tagak dilaksanakan selepas salat tarawih 20 rakaat. Gerakan dalam Ratik Tagak bertujuan menghilangkan keram dan kebas.

"Jemaah melakukan gerakan Ratik Tagak dengan diiringi zikir 'Laa ilaaha illallaah' dengan membungkukkan badan sedikit agar tulang dan otot mengalami relaksasi. Agar menghilangkan rasa kebas, kesemutan, dan gejala keram akibat terlalu lama berdiri, rukuk, dan duduk selama melaksanakan salat tarawih dan menghilangkan letih yang menimbulkan rasa malas," ucap Jefri.

"Gerakan tangan mengempas ke tanah, selain untuk relaksasi, juga untuk menghancurkan rasa malas yang menghinggap. Malas adalah temannya setan, maka dari itu gerakan tangan mengempaskan ke tanah mengisyaratkan membanting setan malas di dalam diri ke tanah," ujarnya.

Gerakan dalam Ratik Tagak, lanjut Jefri, sering dilakukan dalam perkumpulan, seperti majelis dan kegiatan keagamaan lainnya.

"Ratik Tagak ini bukan sesuatu yang aneh dan asing. Bahkan di Timur Tengah gerakan Ratik Tagak bukanlah hal aneh dan asing sejak masa kekhalifahan Utsmaniyah," tuturnya.
(nkn/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com