Komunitas Muslim Indonesia Bantu Pendirian Masjid di 3 Negara

Nograhany Widhi Koesmawardhani - detikNews
Rabu, 21 Jun 2017 04:17 WIB
Foto: Anak-anak berkegiatan "Masjid Mania" di Newcastle Central Mosque (Irvan Padli/TRANS7)
Jakarta - Selain berjuang mendirikan masjid Indonesia di luar negeri, komunitas muslim Indonesia di beberapa negara juga berjuang untuk mendirikan masjid komunitas muslim di suatu negara atau wilayah bersama dengan komunitas muslim dari negara lain.

Di antaranya masjid di:

1. Wageningen - Belanda



Komunitas muslim di Wageningen Belanda sudah berjuang 17 tahun untuk memiliki masjid dan pusat dakwah (Islamic Center) yang layak. Kondisi sekarang, komunitas muslim di sana menyewa masjid sementara. Namun, masjid ini masih menjadi satu dengan area kegiatan lain seperti escape room yang digunakan untuk bar atau pesta sehingga kurang nyaman.

Dilansir dari situs kitabisa.com, pada Oktober 2016, pemerintah Kota Wageningen telah menyetujui untuk menjual lahan dan gedung Gymnasium yang berlokasi di Schapmanstraat 165, Nude sebagai Islamic Centre bagi kaum muslimin di Wageningen. Total biaya yang diperlukan untuk pembelian tersebut yaitu Euro 220.000, ditambah dengan biaya administrasi dan pajak.

Pengurus komunitas muslim menaksir angka sejumlah Euro 100.000 masih harus dikeluarkan untuk biaya administrasi dan pajak, penyekatan ruangan muslimah, pembangunan lahan parkir, pembelian karpet dan pembuatan pagar. Sekarang ini, telah berhasil digalang dana wakaf masjid sekitar Euro 170.000 yang dikumpulkan sejak 17 tahun yang lalu.

Masih terdapat kekurangan dana sekitar Euro 150.000 (Rp 2,2 miliar). Ditengok per 20 Juni 2017 di situs kitabisa.com, dana yang terkumpul baru Rp 71 juta dari target Rp 2,2 miliar.

2. Sevilla - Spanyol



Sevilla, ibu kota wilayah otonomi Andalusia, Spanyol. Andalusia, khususnya Granada dan Sevilla, dulunya merupakan pusat peradaban Islam di Eropa pada tahun 711 - 1400-an Masehi.

Namun kini di Sevilla, sama sekali tak ada satupun masjid ataupun Islamic Center. Dilansir dari situs kitabisa.com,

"Selama ini, muslim Seville salat berjemaah di ruang-ruang kecil yang dijadikan musala. Ruangannya sangat terbatas, jamaah harus berdesakan dalam ruangan yang kecil," ujar Muhammad Paleiro, seorang muslim Sevilla.

Karenanya, Fundacion Mezquita de Sevilla (komunitas muslim Sevilla) menginisiasi pembangunan Masjid dan Islamic Center di Sevilla dengan mengajak masyarakat dunia turut serta menjadi donatur. Di Indonesia penggalangan dana pembangunan masjid ini di inisiasi bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Dari situs kitabisa.com, biaya untuk pembangunan masjid di Sevilla itu membutuhkan dana Rp 2 miliar. Namun saat ditengok per 20 Juni 2017, dana yang terkumpul baru Rp 85 juta alias sekitar 4 persennya.

3. Newcastle - Inggris

Komunitas muslim Indonesia juga membantu penggalangan dana untuk pendirian masjid komunitas muslim di Newcastle Inggris.

Seperti disampaikan pembaca detikcom yang kini bermukim di Newcastle Upon Tyne, Indra Prawira, menyampaikan video kampanye yang dibuat komunitas muslim Indonesia. Para muslim Indonesia menggalang kampanye penggalangan dana dengan tagar #BantuMasjidNewcastle melalui video.


Tayangan video selama 1 menit itu berjudul #BantuMasjidNewcastle, menayangkan wawancara dengan Abdul Basith, Imam Newcastle Central Mosque.

Basith menjelaskan rencana program Newcastle Central Mosque, untuk jemaah laki-laki, perempuan dan anak-anak.





Memang ada belasan masjid yang tersebar di Newcastle. Namun, Newcastle Central Mosque adalah masjid yang terletak di tengah kota.

Dilansir dari situs pedulimuslim.com, seorang warga Indonesia menuliskan bahwa bagi kaum muslimin di sini, merasa masjid ini masih kurang nyaman untuk salat lima waktu. Puluhan hingga ratusan jemaah kadang harus salat di luar bangunan ketika salat Jumat atau ketika tarawih karena keterbatasan daya tampung. Waiting list yang panjang harus dibuat bagi anak-anak kaum muslimin yang ingin belajar agama, karena keterbatasan ruang belajar.

Newcastle Central Mosque menargetkan penggalangan dana sebesar 450.000 poundsterling atau sekitar Rp 8 miliar. Program ini merupakan kerja sama antara Peduli Muslim, Al-Imanu (Indonesian Muslims Association Newcastle upon Tyne), dan Newcastle Central Mosque (buildncm.com).

(nwk/dhn)