"Kita menambah lagi angkutan motor gratis, naiknya signifikan. Pada tahun 2016 itu sekitar 11 ribu, lalu 2017 ada 18.100. Ini kan naiknya sekitar 60 persen. Bagaimana caranya teman-teman yang mudik tidak naik motor, begitu ya," kata Prasetyo saat diskusi di ruang Mataram, Gedung Karya, Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (20/6/2017).
Hingga H-5 Lebaran, jumlah peserta sudah memenuhi 90 persen kuota dalam angkutan motor gratis. Pelayanan kereta api angkutan motor melalui 3 lintasan, yakni utara tujuan Surabaya Pasarturi, selatan 1 tujuan Kutoarjo, dan selatan 2 tujuan Blitar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prasetyo mengakui ada kesulitan mengajak pemudik bermotor untuk menitipkan motornya lewat kereta api. Itu karena mudik dengan motor sudah jadi kebiasaan selama bertahun-tahun.
"Yang jelas, diingatkan saja yang mudik naik motor. Jadi memang tidak mudah memberikan pengertian bahwa naik motor itu berbahaya," ucapnya.
Selain itu, PT KAI menambahkan enam kereta api K3 premium. Kereta ini sebagai kereta tambahan yang mulai bisa dioperasikan untuk menambah angkutan mudik dan baliknya.
"Kapasitas angkut, mulai H-10 sampai H+15, posisinya kita belum menghitung, jadi ada kapasitas angkut ditambah untuk bisa diberdayagunakan, bisa kita sampaikan untuk evaluasi, itu yang bisa disampaikan," tuturnya.
Selain itu, Prasetyo mengimbau para pemudik agar terus menjaga kondisi kesehatan dan tidak memaksakan kondisi saat di perjalanan. Dia juga mengingatkan para pemudik yang menggunakan motor dan mobil pribadi untuk melewati jalan arteri untuk mendapatkan tempat istirahat yang lebih banyak tersedia.
Dalam diskusi ini turut hadir Direktur Sarana Perkeretaapian, Hotman Simanjuntak, Corporate Deputy Director PT KAI Mukti Jauhari, serta pemerhati transportasi Masyarakat Transportasi Indonesia Djoko Setijowarno. (cim/imk)










































