Istri Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti kena operasi tangkap tangan KPK. Ironisnya, Ridwan Mukti punya pakta integritas antikorupsi pada awal masa jabatannya.
Ridwan memimpin deklarasi dan penandatanganan pakta integritas antikorupsi di kalangan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Bukan main, deklarasi tersebut diikuti 1.108 pejabat struktural eselon 2, 3, dan 4 di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Penandatanganan pakta integritas dilakukan di lapangan sport center Bengkulu di dekat Pantai Panjang, Bengkulu, Selasa (1/3/2016). Gubernur Ridwan memimpin penandatanganan pakta integritas, disaksikan Ketua KPK, Kepala BNN, Kajati Bengkulu, eks Ketua MK Mahfud MD, dan Ketua Ombudsman.
[Gambas:Video 20detik]
Baca juga: Pejabat Pemprov Bengkulu Deklarasikan Pakta Integritas Antikorupsi
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan itu, Ridwan menuturkan pakta integritas ini baru langkah awal. Ia ingin menumbuhkan kultur antikorupsi di Bengkulu. Ia juga menegaskan para pejabat yang melanggar pakta integritas itu harus mundur.
Terakhir, Ridwan mengingatkan para pejabat menepati janji dalam pakta integritas itu. "Jika melanggar, maka dengan kesatria mengundurkan diri," ucapnya disambut tepuk tangan hadirin.
Ironisnya, kini istri Ridwan Mukti, Lily Martiani Maddari, justru kena operasi tangkap tangan KPK. KPK juga mengamankan uang dalam kardus dalam rangkaian operasi tangkap tangan itu. Lalu, apa kabar deklarasi dan pakta integritas antikorupsi di Bengkulu yang dipimpin Ridwan Mukti? (van/erd)











































