1.108 Pejabat Pemprov Bengkulu Deklarasikan Pakta Integritas Antikorupsi

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Selasa, 01 Mar 2016 11:06 WIB
Pemprov Bengkulu Deklarasi Antikorupsi dan Antinarkoba (Foto: Elvan/detikcom)
Bengkulu - Pemerintah Provinsi Bengkulu mendeklarasikan pakta integritas antikorupsi dan antinarkoba. Diharapkan pakta integritas yang diteken di depan masyarakat ini bakal membangun kultur baru antikorupsi.

Penandatanganan pakta integritas dilakukan di lapangan sport center Bengkulu di dekat Pantai Panjang, Bengkulu, Selasa (1/3/2016).

Pemprov Bengkulu deklarasi antikorupsi dan antinarkoba (Elvan/detikcom)

Penandatanganan terbuka ini diikuti oleh 1.108 pejabat struktural eselon 2,3, dan 4 di lingkungan provinsi Bengkulu. Para pejabat yang menandatangani pakta integritas duduk rapi di bawah tenda merah dengan banyak spanduk penyemangat revolusi mental seperti 'stop narkoba, 'stop korupsi', 'Narkoba No Way', 'Bengkulu baru bebas korupsi' dan lain-lain.

Pemprov Bengkulu deklarasi antikorupsi dan antinarkoba (Elvan/detikcom)

Sejumlah tokoh hadir dalam penandatanganan dan deklarasi pakta integritas ini. Antara lain Gubernur dan Wagub Bengkulu, Eks Ketua MK Mahfud MD, ketua KPK Agus Rahardjo, Kepala BNN Komjen Budi Waseso ketua Ombudsman RI Amzulian Rifai, dan sejumlah anggota DPD RI.

Pemprov Bengkulu deklarasi antikorupsi dan antinarkoba (Elvan/detikcom)

Deklarasi pakta integritas diawali dengan pembacaan pakta integritas serentak oleh para pejabat yang sudah menenteng pakta integritas. Pembacaan dengan lantang sebagai berikut:

Pemprov Bengkulu deklarasi antikorupsi dan antinarkoba (Elvan/detikcom)

Pakta Integritas:

1. Tidak akan korupsi baik langsung maupun tidak langsung dalam bentuk apapun dan berperan aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasannya.

2. Tidak akan melakukan kegiatan bisnis ke dalam atau penyebab konflik kepentingan terhadap kewenangan yang saya miliki.

3. Tidak akan melibatkan diri dalam kegiatan yang berhubungan dengan penyalahgunan narkotika dan obat terlarang.

4. Tidak melakukan kegiatan yang bertentangan dengan ketentuan aparatur sipil negara.

Apabila saya melanggar hal-hal tersebut di atas, saya siap mengundurkan diri atau diberhentikan dari jabatan.

Bengkulu 1 Maret 2016
Materai

Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti kemudian memimpin penandatanganan pakta integritas disaksikan oleh Ketua KPK, Kepala BNN, Kajati Bengkulu, Eks Ketua MK Mahfud MD, dan Ketua Ombudsman. Acara ini diliput secara terbuka oleh media lokal maupun nasional.

"Ada pepatah lokal kalau dulu Bengkulu lubuknya kecil buayanyo banyak, tapi sekarang kita mendapat cemooh Bengkulu lubuknya kecil buayanyo galo (buaya semua). Oleh karena itu kita harus membangun kultur baru dengan kesiapan kita menandatangani pakta integritas pagi ini," kata Gubernur Ridwan Mukti dalam pidato sambutannya.

Pemprov Bengkulu deklarasi antikorupsi dan antinarkoba (Elvan/detikcom)

Ridwan menuturkan pakta integritas ini baru langkah awal. "Ini menjadi bagian dari kontrak politik kita dengan rakyat paling tidak lima tahun ke depan dan untuk kemudian hari menjadi kultur antikorupsi," kata Ridwan Malik.

"Memang langkah awal berat, tapi kita ingin menganalogikan bahwa langkah besar tidak bisa kita raih tanpa keprihatinan lebih dahulu. Jadi awal penandatanganan ini dengan sungguh-sungguh di depan rakyat, harapan kita menjadi kultur dan semangat yang kita bangun dalam pakta integritas ini dapat terwujud," tegasnya.

Terakhir Ridwan Mukti mengigatkan para pejabat untuk menepati janji dalam pakta integritas itu. "Jika melanggar maka dengan kesatria mengundurkan diri," imbuhnya disambut tepuk tangan hadirin. (van/hri)