"Razia premanisme ini diharapkan agar masyarakat tidak merasa resah lagi, apalagi tingkat kejahatan di bulan Ramadan meningkat tajam," kata Kapolres Jakut Kombes Dwiyono lewat keterangan tertulis, Sabtu (17/6/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Razia preman ini digelar selama Ramadan. (Dok. Polres Jakut) |
"Dalam upaya meningkatkan keamanan dan ketertiban, razia ini dilakukan di tempat-tempat vital yang sering dikunjungi masyarakat. Dari hasil penyisiran operasi, didapat sementara 115 orang telah diamankan," tuturnya.
Preman ini ditangkap di terminal bus dan stasiun di Tanjung Priok. (Dok. Polres Jakut) |
Operasi ini dilakukan pada Jumat, 16 Juni 2017, kemarin. Sebelumnya diberitakan, sudah ada 68 orang yang diamankan dari Terminal Tanjung Priok.
Ulah para preman ini dinilai telah meresahkan masyarakat. (Dok. Polres Jakut) |
Setelah itu, total 115 preman tersebut digelandang ke Mapolres Jakut untuk didata dan diperiksa. Mereka kemudian dibina agar tidak mengganggu ketertiban umum. "Sementara bagi yang memenuhi unsur pidana, dilakukan proses penyidikan. Operasi Cipta Kondisi ini akan terus kita lakukan," ujar Dwiyono. (jbr/aan)












































Razia preman ini digelar selama Ramadan. (Dok. Polres Jakut)
Preman ini ditangkap di terminal bus dan stasiun di Tanjung Priok. (Dok. Polres Jakut)
Ulah para preman ini dinilai telah meresahkan masyarakat. (Dok. Polres Jakut)