Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Suyudi Ario Seto, mengatakan Tim Aplha Pus dibantu dengan polsek-polsek setempat mengamankan 70 preman yang meresahkan masyarakat. "Polres dengan Polsek mengamankan sekitar 70 orang yang terdiri dari laki-laki semua, semalam kami menjalankan operasi preman dan cipta kondisi," kata Suyudi saat dihubungi detikcom, Sabtu (17/6/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Operasi cipta kondisi (Cipkon) juga dilakukan dalam skala besar untuk mengamankan kondisi malam hari. Dalam operasi ini melibatkan personel Intel, Shabara, Lalu Lintas, TNI dan personel lainnya dari setiap Polsek.
"Kemudian kami juga melakukan patroli skala besar Cipkon, itu beda lagi jadi ada dua kegiatan yang pertama operasi preman, yang kedua operasi Cipta Kondisi untuk mengamankan kondisi malam dijalanan. Jadi kerja sama karena patroli skala besar," jelasnya.
Ada 70 orang yang terjaring dalam operasi preman ini. Foto: Dok. Istimewa |
Kedua operasi ini dilakukan guna menekan angka kejahatan. Lalu juga menciptakan rasa aman dan nyaman di masyarakat. "Setiap hari dilakukan menjelang lebaran, nanti malam juga masih dilakukan lagi," tuturnya.
Suyudi juga mengimbau pada masyarakat untuk lebih berhati-hati. Dia juga meminta masyarakat tidak takut untuk melaporkan ke polisi jika mendapat ancaman atau keresahan dari para preman tersebut.
Polisi mengimbau masyarakat tidak takut melapor apabila mendapat ancaman dari preman. Foto: Dok. Istimewa |
"Ya kalau untuk preman, ya itu aja masyarakat harus hati-hati jangan sampai mau dimintai uang parkir misalnya yang lebih dari yang selayaknya. Laporkan ke polisi kalau ada praktik-praktik seperti itu, baik itu parkir maupun Pak Ogah yang minta-minta," ujarnya.
"Laporkan kepada polisi termasuk pengamen yang minta-minta memaksa, laporkan ke polisi terdekat, pokoknya akan kami amankan tindaklanjutnya. Laporkan ke Pos Polisi terdekat saja, sub sektor Polsek, maupun Polres," imbuhnya. (cim/aan)












































Ada 70 orang yang terjaring dalam operasi preman ini. Foto: Dok. Istimewa
Polisi mengimbau masyarakat tidak takut melapor apabila mendapat ancaman dari preman. Foto: Dok. Istimewa