detikNews
Jumat 16 Juni 2017, 18:59 WIB

Kapolri: Sejak Bom Kampung Melayu, 31 Terduga Teroris Ditangkap

Raja Adil Siregar - detikNews
Kapolri: Sejak Bom Kampung Melayu, 31 Terduga Teroris Ditangkap Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Raja/detikcom)
Palembang - Guna mengantisipasi teror bom saat pelaksanaan hari raya Idul Fitri, Kepolisian Republik Indonesia telah mengawasi sel-sel jaringan teroris di Indonesia. Sejak terjadi ledakan bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu, polisi telah mengamankan 31 orang terkait dengan jaringan yang terlibat bom di Terminal Kampung Melayu.

Menurut Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian, sebanyak 31 orang yang diamankan terkait langsung atau telah melakukan eksperimen untuk melakukan aksi teror. Hal ini telah dibuktikan dengan adanya komunikasi antara para terduga teroris yang ditangkap dan pelaku bom bunuh diri di beberapa daerah.

"Sejak bom Terminal Kampung Melayu, sudah 31 orang kita amankan dari berbagai daerah. Baik jaringan yang berkaitan langsung dengan Terminal Kampung Melayu maupun yang terdeteksi telah melakukan eksperimen," ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat safari Ramadan di Mapolda Sumsel, Jumat (16/6/2017).

Tito menambahkan peristiwa Kampung Melayu menjadi bukti bahwa pelaku merupakan anggota jaringan Bahrun Naim untuk melakukan teror di berbagai provinsi dan telah terdeteksi keberadaannya. Namun Polri mengalami kesulitan karena UU Terorisme tidak memberi kewenangan menangkap sebelum jaringan tersebut melakukan pengeboman.

"Saya perintahkan memang pada Ramadan dan Lebaran ini harus aman dari aksi teror. Di mana peristiwa Kampung Melayu telah menjadi bukti keterlibatan jaringan ini. Bahkan pelaku pernah berkomunikasi dengan jaringan Bahrun Naim dan melakukan eksperimen untuk melakukan teror," ucap Tito.

Meskipun sejauh ini tidak ada penangkapan di wilayah Sumatera Selatan, pihak kepolisian tetap melakukan pengamanan untuk mengantisipasi agar hal ini tidak terjadi. Serta berharap pemerintah segera merampungkan pengesahan RUU Antiterorisme agar penegak hukum dapat bertindak lebih tegas terhadap para pelaku teror.

"Ya kita berharap UU Antiterorisme ini segera selesai, jadi dapat kita lakukan tindakan tegas sampai ke sel-sel jaringan ini," tutur pria asal Palembang ini sebelum menggelar acara buka puasa bersama di ruang Catur Sakti Mapolda Sumsel.
(rvk/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed