detikNews
Jumat 16 Juni 2017, 15:10 WIB

Kapolri: Ada Komunikasi Bomber Kampung Melayu dengan Bahrun Naim

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Kapolri: Ada Komunikasi Bomber Kampung Melayu dengan Bahrun Naim Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Foto: Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Polri menemukan komunikasi yang dilakukan antara pelaku bom (bomber) Kampung Melayu, Ahmad Syukri, dengan Bahrun Naim pendukung utama ISIS. Komunikasi itu diketahui lewat sambungan telepon yang digunakan keduanya.

"Jadi sudah ditemukan langsung hubungan komunikasi antara Ahmad Syukri dengan Bahrun Naim," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jaksel, Jumat (16/6/2017).



Tito enggan menyebutkan secara detail mengenai komunikasi yang dilakukan keduanya. Dia hanya menegaskan komunikasi via telepon itu ada dan terjalin di antara keduanya.

"Ada, sudah, saya nggak mau sebutkan, yang jelas melalui mobile phone," ujar Tito.

Tito lantas menjelaskan mengenai jaringan teroris yang berada di Indonesia. Tito mengatakan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berperan sebagai operator di lapangan dan mereka mengikuti pola ISIS.

"Jadi kalau kita melihat pasca 2013, hampir semua kasus-kasus teror yang terjadi sekarang ini melibatkan jaringan Jamaah Ansharut Daulah, yang dulunya bernama Tauhid Al-Jihad yang dipimpin Aman Abdurrahman dan linknya sudah saya sampaikan, pattern-nya itu ISIS central yang di Raqqa, Suriah," jelasnya.



Penghubung JAD dan ISIS, yaitu Bahrun Naim, Bahrumsyah dan Abu Jandal. JAD kemudian mempunyai peran untuk mengoperasikan aksinya di Indonesia.

"Yang paling aktif Bahrun Naim dan kemudian operatornya lapangan di Indonesia itu adalah Jamaah Ansharut Daulah," terang Tito.

Tito mengungkapkan JAD ini memiliki sel-sel yang ada di beberapa daerah di Indonesia. Sel-sel ini kemudian terbagi ke beberapa bagian dari mulai mudiriyah hingga sel-sel kecil.

"Mereka mempunyai sel-sel, bukan hanya titik, sel ini ada sistematis, ada namanya mudiriyah, di bawah mudiriyah itu ada qoriyah, di bawah qoriyah itu ada sel kecil," ungkapnya.

Polisi telah mengidentifikasi hal itu. Namun terkendala aturan yang tidak bisa mengkriminalisasi perbuatan awal dari pelaku teroris.
(knv/ams)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed