Kemdikbud Gandeng UKP Pancasila Susun Program Sekolah 8 Jam

Kemdikbud Gandeng UKP Pancasila Susun Program Sekolah 8 Jam

Hary Lukita Wardani - detikNews
Kamis, 15 Jun 2017 14:38 WIB
Kemdikbud Gandeng UKP Pancasila Susun Program Sekolah 8 Jam
Ilustrasi-anak sekolah di Pekanbaru/Foto: Chaidir Anwar Tanjung / Detikcom
Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) siap membuka kerja sama dengan berbagai lembaga untuk menyusun program sekolah 8 jam. Salah satu yang diajak koordinasi adalah Unit Kerja Presiden bidang Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP).

"Kita pasti kerja sama, dengan UKP-PIP juga itu," ujar Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Hamid Muhammad di Kantor Kemdikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (15/6/2017).

Hamid mengatakan kerja sama yang dilakukan harus memperoleh hasil yang baik. Hamid memastikan materi integrasi dengan program UKP Pancasila tidak boleh membuat berat kurikulum yang sudah ada.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya (dibicarakan kerja sama), Yudi Latief kan temen juga. Yang penting itu jangan bikin berat kurikulum kita. Jadi materinya diintegrasikan apa yang dihasilkan UKP-PIP. Kalau nanti minta penambahan jadi ada pendidikan pancasila ya silakan," jelasnya.



Selain dengan UKP Pancasila, Hamid sudah berkoordinasi dengan Kementerian Agama terkait program sekolah 8 jam. Saat ini dia mengaku sedang membuat petunjuk teknis (juknis) bersama dengan Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama.

"Iya sekarang lagi dibuat untuk Juknis bersama dengan Kemenag. Untuk teknisnya kan sudah banyak yang melaksanakan juga," katanya.

"Jadi intinya, kalau sudah ada yang masuk ke Madrasah setelah pulang sekolah itu sudah selesai program 8 jamnya," sambung Hamid.


Hamid menjelaskan aturan tersebut muncul dari Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 saat itu Anies Baswedan masih menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Permendikbud itu berisi tentang penumbuhan budi pekerti.

"Kan itu embrio utamanya ya. Jadi untuk melengkapi kurikulum kita yang intrakurikuler ditambah yang kurikuler dan ekstra. Pak Anies itu kan dengan yang non kulikuler pun disiapkan. Namun, Pak Anies keburu dicabut mandatnya," tutup Hamid.

[Gambas:Video 20detik]



(lkw/ams)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads