500 Detonator yang Disita di Bandara Makassar Buatan Luar Negeri

500 Detonator yang Disita di Bandara Makassar Buatan Luar Negeri

Audrey Santoso - detikNews
Rabu, 14 Jun 2017 22:06 WIB
500 Detonator yang Disita di Bandara Makassar Buatan Luar Negeri
Paket detonator yang ditemukan di Bandara Makassar (Dok. Humas Bandara Sultan Hasanuddin)
Jakarta - Polisi menyita 500 batang detonator di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Detonator-detonator tersebut diketahui merupakan produk buatan luar negeri.

"Kami menduga barang ini bukan masuk dari.. bukan hasil pabrikan Indonesia, tapi dari luar (negeri, red)," kata Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di Gedung Divisi Humas, Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (14/6/2017).

Martinus membeberkan hasil penyidikan Timsus Polda Sulawesi Selatan dan Densus 88 Antiteror Polri terkait paket detonator yang disita pada Minggu (11/6) lalu. Menurut Martinus penyidik sedang mendalami skema perjalanan detonator hingga berakhir di Bandara Sultan Hasanuddin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apakah ini jalurnya dari Malaysia, kemudian ke Kalimantan, kemudian ke Sulawesi atau jalur dari Kalimantan langsung ke Sulawesi," ungkap Martinus.

Dia menambahkan, penyidik hingga saat ini belum dapat memastikan apakah keterangan tersangka, Ayatul Fajri (25), benar. Fajri sebelumnya mengaku kepada penyidik akan mengirim paket detonator kepada nelayan-nelayan di Ketapang, Kalimantan Barat, untuk dijadikan bom ikan.

"Sementara belum bisa disimpulkan kepentingan dari keberadaan detonator ini. Kalau yang kita dapat, kita gali keterangan dari saksi dan tersangka itu digunakan untuk bom ikan yang dalam prakteknya itu sering digunakan. Tetapi kan kita akan lihat bom ikan apa benar dengan detonator ini," jelas Martinus.

Timsus Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) menangkap Ayatul Fajri (25), pelaku pengiriman paket berisi 500 batang detonator yang diamankan di Kargo Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Minggu (11/6/2017). Detonator tersebut rencananya akan dikirim ke nelayan-nelayan.

Baca juga: Pemilik Detonator yang Disita di Bandara Makassar Ditangkap Polisi

Fajri juga diketahui merupakan putra tertua dari Hj Ramlah (55), korban tewas akibat ledakan saat merakit detonator bom ikan di perumahan Puri Pattene Permai, 3 Agustus 2015 silam. Peristiwa ledakan di Pattene ini, juga menewaskan Saniyah (35) dan menyebabkan bangunan rumahnya retak.

"Tersangka tiga bulan sebelumnya pernah mengantar langsung paket detonator ke Ketapang menggunakan kapal ferry dari pelabuhan Barru menuju Kalimantan," pungkas Dicky. (aud/rna)


Berita Terkait